Dari Donggala untuk Dunia

5 Terdakwa Kasus Korupsi RTLH Dinsos Donggala di Vonis Berbeda

Laporan: J Rizal

0 590

BANAWA, SUARADONGGALA.ID- Sidang kasus korupsi bahan bangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Dinas Sosial Kabupaten Donggala kembali dilanjutkan dengan agenda pembacaan vonis.

Dalam sidang di gelar di pengadilan tindak pidana korusi kota Palu, Senin 2 Desember 2019, lima terdakwa mendapatkan vonis yang berbeda.

Ketua majelis Hakim membacakan masing-masing vonis kepada lima terdakwa yakni Budi Pattarai, mantan Kadis Sosial Donggala, pidana 6 tahun penjara, Denda Rp.200 juta, subsider 1 tahun kurungan.

Kontraktor Andi Baso pidana penjara 6 tahun 6 bulan, denda Rp 200 juta subsider 1 tahun dan uang pengganti sebesar Rp.383 juta subsider 1 tahun.

Sementara PPTK Arsyad P. Entedaim, Abd. Haris M. Nur dan mantan bendahara Kaharuddin pidana penjara selama 5 tahun denda Rp. 200 juta subsider 1 tahun kurungan.

“Putusan belum in kracht, terdakwa diberi waktu 7 hari untuk upaya banding,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Donggala melalui Kasi Pidsus Palupi Wiryawan.

Palupi menambahkan kelima terdakwa terbukti melanggar pasal 2 ayat jo. pasal 18 UU Tipikor Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 tahun 1999.

Untuk diketahui mantan Kadis Sosial Kabupaten Donggala, Budi Pattarai, dan empat tersangka lain di dakwa melakukan korupsi dana hibah rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2017 senilai Rp 719,070,550. RTLH itu terseber di delapan kecamatan, Kabupaten Donggala. (**)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.