Dari Donggala untuk Dunia

Banyak Gerakan Tambahan, Taufik : Dprd Kena Prank

Sub : Penyerahan aset ke pemerintah kota Palu

0 1.103

suaradonggala.id,BANAWA — Polemik aset pemerintah daerah kabupaten Donggala yang diserahkan ke pemerintah kota Palu menjadi hangat akhir-akhir ini, pasalnya stetmen yang di keluarkan oleh Kabag humas protokol, Goenawan mengatakan bahwa pemberian aset tersebut tanpa ada kompensasi atau tukar guling.

Untuk diketahui empat aset pemda yang diberikan ke pemkot palu adalah adalah Gedung Kantor Pengendalian Penduduk dan KB di Jl Balai Kota, samping KPU Kota Palu, Lahan Gedung DPRD kota palu jl moh Hatta palu selatan, Gedung Dinas koperasi UMKM jl Bantilan kota palu, dan Gedung Dinas sosial di Bantilan.

Ketua Fraksi Nasdem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Donggala, Moh Taufik kesal terhadap penyerahan aset pemerintah daerah (pemda) kepada pemerintah Kota Palu di balaikota, Selasa (08/06/21)

Upik sapaan dari Moh Taufik mengritik keras prosesi penyerahan aset milik pemda ke pemkot palu. Menurutnya sesama penyelenggara pemerintahan harus saling menghargai dan memiliki etika.

“ Isi surat yang diterima DPRD dari bupati dengan nomor 32/bag. prokopim/2021 yakni undangan kunjungan kerja ke kantor walikota, tapi nyatanya disana langsung menyerahkan aset, kita DPRD kena prank atau dikerjain lagi, ada apa ini, apa maksudnya semua ini, harus beretika la kita sama-sama peneyelenggara pemerintah, ” Ucap Upik.

Lanjutnya bahwa dirinya menyesalkan jika ada anggota DPRD yang mengahdiri acara penyerahan aset pemda di kantor walikota palu.

Upik juga menjelaskan penyerahan aset pemda ke pemkot palu DPRD seperti “dilecehkan” dan tidak dianggap diproses penyerahan aset milik pemda.

Olehnya itu ia bersama dengan anggota dewan lainnya akan melakukan pengkajian terhadap proses penyerahan aset pemda ke pemkot palu, jika nantinya hasil kajian menemukan ada pelanggaran tentunya fraksi nasdem akan berteriak keras di persoalan penyerahan aset pemda ke pemkot palu.

“ Maksud saya sebagai penyelanggara pemerintah harus saling hormati, jangan melakukan hal-hal yang tidak beretika, bahwa kami DPRD merasa di prank ditipu, fraksi nasdem akan mengkaji proses penyerahan aset ini, jika nanti hasil kajian kami terbukti melanggar kami tak segan mengatakan bupati salah, dan fraksi nasdem akan berteriak lantang dipersoalan aset, ” Sesalnya

Selain itu politisi yang memiliki postur tubuh tinggi ini juga menyesalkan sikap kepala inspektur inspektorat saudara DB Lubis yang melakukan live dimedia sosial mengatakan akan ada 42 aset pemda di kota palu, dan baru 4 aset yang akan diberi ke pemkot.

“ Apa kapasitas DB Lubis berbicara seperti itu, sekda dia kah? Jadi jangan memperkeruh suasana, ” Tutupnya. (AKB)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.