Dari Donggala untuk Dunia

Bertemu Dirjen KKP, Wabup Yasin Bahas Peningkatan PAD Sektor Perikanan

0 106

 

Oleh: Jose Rizal |

Jakarta Wakil bupati Donggala Moh Yasin bertemu Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan M. Zulficar Mochtar, Kamis (22/8/2019). Wabup Yasin dalam pertemuan itu di dampingi Kadis PUPR Donggala, Happy Handayani Noor, dan Kabag Humas Donggala, Anhar.

Pertemuan tersebut membahas potensi perikanan di Kabupten Donggala yang menjadi salah satu potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di daerah itu.

“Kami memiliki potensi perikanan sangat besar namun masih banyak yang kami butuhkan. Kami tidak memiliki cold storage atau pendingin yang bisa menampung hasil tangkap nelayan,” kata Yasin.

Tidak adanya cold storage membuat nelayan di Donggala lanjut Yasin lebih banyak menjual hasil tangkapnya ke kota Balikpapan, Kalimantan Timur karena wilayah itu yang berdekatan dengan Donggala.

“Hal ini tentu tidak memberikan dampak signifikan kepada daerah,” sebutnya.

Menanggapi hal itu M. Zulficar Mohtar menyarankan agar Pemkab Donggala membentuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) untuk mengelola hasil tangkap perikanan.

Perumda itu kata dia untuk mengurus hulu-hilirnya, bagaimana perikanan tangkapnya, pengolahannya, fisilitasnya, agar bantuan berupa kapal dan alat tangkapnya bisa menaikan PAD secara signifikan.

“Perumda ini nantinya menjadi wadah tata kelola perikanan berkelanjutan,” ucapnya.

Kata M.Zulficar pihaknya akan membahas lebih lanjut bersama Pemkab Donggala agar lebih terarah bantuan apa yang bisa diberikan KKP untuk meningkatkan PAD disektor perikanan tersebut.

Sebelumnya, menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bertekad untuk terus menjalankan berbagai program yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan, sekaligus melanjutkan reformasi tata kelola sektor kelautan perikanan nasional.

“Program yang kita siapkan akan didorong untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, pembudidaya ikan, petambak garam, pengolah dan pemasar hasil perikanan, dan stakeholder kelautan dan perikanan lainnya,” kata Menteri Susi, dikutip dari Antara, Minggu, 23 Juni 2019.(*)

 

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.