Dari Donggala untuk Dunia

Capaian BNNK Donggala Naik Di Sepanjang Tahun 2020

Sub : Wilayah Donggala Utara Sangat Riskan Terhadap Penyelundupan Narkotika

0 918

Suaradonggala.id,BANAWA – Dalam Press Rilis Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) selama tahun 2020 berhasil menyelesaikan sebanyak sembilan berkas perkara. Hal tersebut melebihi target, yang seharusnya target di setiap tahunnya hanya diberikan satu berkas perkara saja.

“ Tahun ini BNNK Donggala bisa mencapai sembilan berkas perkara,” Ucap Kepala BNNK Donggala, AKBP Abire, Rabu 30 Desember 2020.

Abire mengatakan, rincian dari sembilan berkas perkara itu terdiri dari empat laporan kejadian narkotika (LKN). Dimana empat LKN tersebut terdiri dari sembilan tersangka.

“Dari sembilan tersangka, satu tersangka masih dalam proses pemberkasan, sedangkan delapan tersangka lainnya sudah di limpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Donggala,” katanya.

Lanjut ia mengatakan bahwa dari kesembilan tersangka itu BNNK Donggala berhasil menyita barang bukti (barbuk) narkotika jenis shabu seberat 108,19 gram beserta babuk lainnya.

“Anggota kami melaksanakan tugasnya secara maksimal, dan saya anggap itu sudah berhasil. Istilahnya dalam satu gram satu orang, berarti dapat menyelamatkan sekitar 108 orang,” Tandasnya.

Hal ini menurut Abire bahwa pengungkapan sembilan orang tersangka kasus peredaran gelap serta penyalahgunaan narkotika jenis shabu di tahun 2020, rata – rata wilayah pesisir pantai barat masih mendominasi.

“Diantaranya Desa Pallangga Kec. Sojol, Desa Sioyong Kec. Dampelas, dan Desa Malonas Kec. Dampelas. Cukup jauh jaraknya tapi semangat anggota kami, Alhamdulillah bisa menjangkau ke sana,” ungkapnya.

Peredaran gelap narkotika saat ini, menurut Abire, yang disasar adalah pedesaan – pedesaan. Makanya perlu dilakukan langkah – langkah strategis ke depan, bagaimana mencegah dan menyelamatkan generasi kita.

“Langkah tersebut kita upayakan sesegera mungkin berkoordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait, bagaimana kita bisa mengurangi peredaran gelap narkotika khususnya di wilayah pesisir pantai barat, umumnya di wilayah Kab. Donggala,” tutur pria kelahiran Kota Soppeng Sulsel

“Untuk wilayah pesisir pantai barat memang dikenal dari dulu menjadi tempat penyelundupan barang haram itu melalui pelabuhan-pelabuhan tikus,” Pungkasnya (AKB)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.