Dari Donggala untuk Dunia

Cegah Korupsi Sejak Dini, Kejari Donggala Gelar Lomba di Kalangan Milenial

0 56

BANAWA, suaradonggala.id – Masalah korupsi di Indonesia tak pernah habis diperbincangkan. Boleh dibilang, korupsi sudah berkembang secara sistemik dan menjadi kejahatan dengan kategori luar biasa (extraordinary crime).

Jika semula korupsi hanya terjadi di lembaga eksekutif (pemerintahan), kini sudah merambah ke lembaga legislatif (DPR), bahkan lembaga Yudikatif (institusi penegakan hukum dan peradilan).

Sebagai langkah melawan korupsi itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Donggala menggelar lomba cerdas cermat dan baca puisi dikalangan Milenial pelajar SMK 1 Banawa bertema anti korupsi, Rabu 11 Desember 2019. Kegiatan ini rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia.

Kepala Kejari Donggala Yuyun Wahyudi mengatakan lomba cerdas cermat dan baca puisi ini bertujuan sebagai edukasi bagi pelajar di Donggala untuk menanamkan semangat melawan korupsi sejak dini.

“Melalui lomba ini kita berikan edukasi kepada para milenial betapa pentingnya melawan korupsi dan segala macamnya,” kata Yuyun.

Semangat anti korupsi tambah Yuyun penting ditanamkan kepada generasi milenial sejak dini. Kedepan kata dia Kejari Donggala akan menggelar lomba yang sama dengan cakupan yang lebih luas.

“Insya Allah tahun depan kami akan mengadakan lomba serupa di Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi,” ungkapnya.

Sementara itu Kasi Intel Kejari Donggala Moh Rum berharap agar para milenial mampu mengaktualisasikan semangat anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan hanya sampai disini saja. Apa yang sudah didapatkan, di pelajari, dijabarkan dalam ruang lingkup sehari-hari. Lomba ini merupakan pengalaman bagi kalian,” ujarnya usai kegiatan lomba.

Nur Hasanah, pelajar SMK 1 Banawa yang meraih juara dalam lomba baca puisi menuturkan lomba tersebut merupakan pengalaman pertama bagi dia. Hasanah merasa bangga sudah menjadi bagian dari kampanye anti korupsi dikalangan milenial.

“Saya mendorong teman – teman pelajar agar melawan prilaku korupsi dan menjauhinya,” tutur Hasanah.

Ketua panitia pelaksanan Moh Risky, menyampaikan peserta lomba cerdas cermat terdiri dari tiga group, masing-masing satu group berjumlah tiga orang.

“Materi lomba bertemakan anti korupsi. Sebenarnya lomba ini melibatkan seluruh pelajar di Donggala, berhubung mereka sedang menghadapi ujian tidak semua kami undang. Insya Allah pada kegiatan selanjutnya semua siswa kita akan libatkan,” demikian Risky. (*)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.