Dari Donggala untuk Dunia

Demo Ricuh, Bupati Donggala Hampir Kena Lemparan Kursi

0 5.252

Suaradonggala.id,DONGGALA — Hari kedua Ratusan Penyintas warga desa Loli atau di namai Forum Penyintas Loli Raya kembali mendatangi kantor bupati untuk meminta kejelasan tentang hunian tetap (Huntap) paska bencana 28 September silam.

Penyintas berdialog dengan bupati kasman lassa, kepala Badan BPBD Akris fatah, kepala dinas pemukiman Perumahan Hapy Handayani Noor serta perwakilan dari 5 Bank penyalur dana stimulant di halaman kantor Bupati Donggala, Rabu (26/08/20)

Awal mulanya Situasi mulai memanas ialah ketika warga mulai masuk didalam tenda yang telah disediakan pemerintah, teriakan histerispun tak terindahkan,

“sampesuvu ku tenang dulu posabara, kita kesini ingin berdialog dengan Bupati Kasman Lassa”kata Fredi Koordinator Lapangan Forum Penyintas Loli Raya

Selanjutnya kepala Badan bencana Akris fatah menjadi pembicara pertama untuk memberikan pencerahan dan pemahaman kepada warga penyintas perihal penyaluran stimulan, tetapi warga penyintas tidak merespon apa yang disampaikan oleh kepala Badan Bencana

Penyintas justru berteriak dengan keras. “Nadea dava (banyak bohong), konimo doko deo (makan saja rakus), iyo mo (iya mengerti), kami sudah bosan di janji manis” Teriak warga.

Mendengar teriakan warga yang tidak mau mendengar penjelasan kepala BPBD Akris fatah, bupati kasman lassa langsung berdiri mendatangi salah satu korlap fredi.

“kalau komiu tidak mau badengar, komiu bicara di depan, kau orang mana sambil menujuk muka korlap yang sedang duduk,” bentak kasman lassa.

Mendengar korlapnya di tegur bupati, kekacauan pun tak terindahkan, secara spontan warga menyerbu kedepan untuk melindungi dan mengamankan korlapnya, kursi berterbangan dilempari kearah bupati tetapi tak sampai mengenai atau melukai bupati, kemudian bupati kasman lassa diamankan oleh anggota satpol dan polisi berpakaian preman.

“Pemimpin macam apa itu, kami datang baik-baik malah ba maki-maki, kita bubar saja, tinggalkan kantor bupati, kita ke DPRD,”teriak korlap fredi

Hingga demo bubar dari halaman kantor bupati tercatat ada 6 buah kursi rusak akibat baku lempar. (ANC – AK)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.