Dari Donggala untuk Dunia

Diduga Dendam, Bupati Donggala Menahan DD Dan ADD Desa Marana

0 3.569

suaradonggala.id,SINDUE — Bupati Donggala Kasman Lassa, menahan Dana Desa karena di duga dendam pribadi dengan Kades Marana. Hal itu di sampaikan Lutfin, dalam rilisnya Rabu (07/07/21).

Menurut Lutfin Kades Marana yang di berhentikan sementara oleh Bupati Donggala mengatakan bahwa Dana Desa (DD) bukan miliki pribadinya, akan tetapi milik masyarakat Desa Marana.

” DD itukan bukan milik pribadi saya, itu milik masyarakat Marana, ” Jelas Kades berambut emas ini

Selain itu kata Lutfin, pencairan tahap III tahun 2020,dirinya tidak bisa cairkan karena tidak adanya realisasi tahap II. “Bagaimana saya mau cairkan tahap III, sementara tahap II saya tidak kelolah karena rekening Desa telah di bobol oleh PJ Kades, ” Terang Lutfin.

Sementara Dinas terkait yangg datang menemui   Lutfin di rumahnya seperti yang di sampaikan Bupati Donggala,juga tidak mampu memberikan Bukti Realisasi tahap II ,sehingga terkesan di paksakan.

“Pak Bupati jangan cuma dengar pembisik yang tidak jelas, karena bobolnya Dana Desa itu sudah saya laporkan ke Dinas terkait, ” Jelas Lutfin.

Sejak di lantik oleh Bupati Donggala pada 29 Juli 2020, lanjut Lutfin, pada tanggal 10 dan 11 Augustus serta 9 September 2020 Dana Desa di cairkan oleh PJ Serlin senilai 400 juta lebih. Padahal Dana tersebut bukan lagi kewenangannya karena sudah ada pejabat defenitif.

“Kejadian ini sudah kami laporkan ke dinas terkait dan kami surati juga ke pihak Kejaksaan dan kepolisian”, terang Lutfin

Sementara itu di tahap I tahun 2021, proses pencairan telah di lalui dan mendapat rekomendasi dari PMD ke Keuangan, Namun tidak di bayarkan oleh Keuangan dengan alasan perintah Bupati untuk menahan pencairan Desa Marana.

“Semua bukti kami pegang mulai dari bobolnya rekening Desa di tahap II tahun 2020 sampai pencairan tahap I 2021 yang di tahan semuanya kami simpan, ” Bebernya sambil perlihatkan bukti. (TIM)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.