Dari Donggala untuk Dunia

Malu Kelulusan Dianulir, Empat Siswa SDN 7 Lombonga Enggan Bersekolah

0 333

Kecamatan Balaesang – Empat siswa Sekolah Dasar  Negeri 7 Desa Lombonga, Kecamatan Balaesang, memutuskan untuk tidak lagi datang bersekolah.

Pasalnya nama mereka dianulir dari kelulusan oleh pihak sekolah padahal sudah mengikuti ujian Nasional beberapa waktu lalu.

Rizal, salah seorang wali murid mengaku, akibat dari kejadian itu, anaknya malu untuk bersekolah, karena harus kembali ke kelas lima.

Untuk diketahui, keempat siswa ini  awalnya dibujuk oleh Kepala sekolahnya bernama Kasman agar mereka ikut ujian Nasional saja.

Sebab pasca gempa 28 September lalu, ada empat siswa kelas VI, telah memilih ikut keluarga mereka ke pulau Kalimantan, dan dipastikan telah pindah sekolah.

Oleh sebab itu, jelas Ijal, inisiatif dari Kepsek di SDN 7 Balaessng, keempat siswa termasuk anaknya yang masih dibangku kelas V agar  mengikuti ujian untuk menggantikan siswa yang dinyatakan pindah tersebut.

Alhasil keempat siswa SD ini akhirnya mengikuti ujian nasional, dan pada saat pengumuman kelusan keempatnya dinyatakan lulus, seiring sekolah tersebut dinyatakan lulus seratus persen.

Keempatnya lanjut Ijal, mengurus pengisian formulir untuk masuk sekolah tingkat pertama atau SMP.  Saat ingin meminta surat keterangan kelulusan mereka mendatangi rumah kepsek Kasman.

Namun apa hendak dikata, secara spontan Kasman menjelaskan bahwa keempatnya dinyatakan tidak lulus ujian Nasional.

“Inilah awal kekesalan dan kekecewaan kami sebagai orang tua, yang berdampak kepada mental serta psikologis anak kami,” ujarnya kesal, usai melapor ke Komisi I DPRD Donggala, Senin (12/8/2019).

Karena merasa dirugikan oleh Kepsek dia berinisiasi melaporkan hal ini kepihak berwajib, dalam hal ini Kepolisian Resor Donggala.

Namun Rizal diarahkan untuk mengadukan dulu ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Rizal pun akhirnya ke Dinas Pendidikan. Setelah dua pekan sudah aduanya ke dinas pendidikan tak kunjung direspon.

“Sudah dua minggu saya lapor ke dinas dan belum juga ada respon, saya akan melaporkan saja kasus ini ke Polda Sulteng,” ancam Rizal.

Hingga kini nasib keempatnya masih terkatung katung sementara, hasil kelulusan seratus persen tersebut masih menjadi tanya besar bagi orang tua yang anaknya menjadi korban yang diduga joki.

Rizal mengaku kasus ini akan Ia adukan ke Ombustman RI, dan Komisi Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Tengah.

Penulis: Zubair Yakub

Editor: Zubair Yakub.

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.