Dari Donggala untuk Dunia

DKP Donggala Dukung Budidaya Ikan Air Tawar Sistim Bioflok “Ikan Nila”

0 684

suaradonggala.id,SINDUE — Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala Ali Assagaf, S. Pi., MH, mengatakan bahwa program pengembangan perikanan budidaya air tawar adalah merupakan salah satu program yang sangat diprioritaskan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dimana pengembangan budidaya tersebut terdapat beberapa komoditi yaitu udang vaname, ikan bandeng, ikan nila dan rumput laut.

Lebih lanjut ia katakan bahwa peningkatan produktifitas pengembangan perikanan budidaya, khususnya budidaya air tawar yang merupakan wujud nyata Visi dan Misi Pemda Donggala yaitu “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Donggala Yang Sejahtera, Mandiri Dan Berkelanjutan Dengan Bijak Pada Nilai Kearifan Lokal”.

Hal tersebut  adalah merupakan salah satu program melalui Dinas Perikanan dan Kelautan, program itu juga merupakan salah satu program percontohan yang dilakukan di semua Huntap.

” Dana yang bersumber dari bantuan Kementrian Kelautan Perikanan RI dan UPT, Insya Allah program bantuan tersebut menjadi alternatif terhadap pendapatan keluarga khususnya masyarakat yang ada di Huntap,” Ucapnya, , Minggu (06/07/2021).

Sementara itu Bupati Donggala, Kasman Lassa berharap Kegiatan panen perdana, menjadi contoh bagi daerah lain yang ada di 11 (sebelas) titik.

Bupati Donggala, Kasman Lassa saat menyerahkan bibit ikan nila kepada ketua kelompok di temani oleh kepada dinas perikanan donggala, Ali Assegaf

Hal itu ia sampaikan pada saat melakukan panen perdana paket percontohan budidaya ikan air tawar sistim Bioflok budidaya Ikan Nila, sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan bantuan 10.000, benih Ikan Nila Bioflok, di Desa Lero Tatari Kecamatan Sindue.

Dimana diketahui bahwa Teknologi Bioflok budidaya ikan nila, merupakan salah satu teknologi yang saat ini sedang dikembangkan dalam akuakultur, yang bertujuan untuk penggunaan sumberdaya air, lahan dan mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Bupati menambahkan bahwa 11 titik yang dimaksud antara lain yaitu Desa Lero Tatari, Kecamatan Tanantovea, Kecamatan Banawa, Kecamatan Sindue Tombusabora dan Sirenja.

” Ini semua adalah daerah yang terdampak bencana alam gempa bumi dan sunami pada 28 September 2018 yang lalu,” Ujar Bupati.

Sehingga hal tersebut  dalam pembangunan Huntap, Pemda Donggala membayar lahan untuk masyarakat. Itu semua dilakukan oleh Pemda, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Donggala. Demikian Kasman (AKB)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.