Dari Donggala untuk Dunia

Dua Honorer K2 Ini Minta DPRD Donggala Perjuangan Nasib Mereka

0 514

Kecamatan Banawa – Masih banyak tenaga guru honorer Kategori 2 (K2) di Kabupaten Donggala yang mengabdi hingga puluhan tahun lamanya. Namun harapan mereka untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) akhirnya kandas karena batas usia.

Harapan mereka tinggal satu yaitu bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) Salah satunya adalah Rahmawati.

Rahmawati sudah tiga belas tahun mengabdikan dirinya sebagai guru honorer di SMP satu atap (Satap) 8 Panggalasiang Kecamatan Sojol.

Ia berharap agar dirinya dan ratusan tenaga kependidikan yang masih berstatus hinorer dapat diangkat menjadi P3K, atau PNS.

Selain Rahmawati, ada pula Muliati. Honorer yang diangkat melalui SK dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) ini sudah belasan tahun mengabdi di SMP 2 Sirenja. Keduanya menanti impian mengejar harapan ingin diangkat menjadi PNS atau P3K.

Rahmawati dan Muliati dua dari ribuan honorer yang masuk dalam daftar forum K2 sebagai honorer paling senior di Pemda Donggala.

“Kami ini sudah 13 tahun mengabdi sebagai tenaga honorer, yang belakangan sudah diangkat jadi PNS, tetapi sampai detik ini nasib kami belum jelas, ” ujar Rahmawati, usai mengikuti rapat dengar pendapat di kantor DPRD Donggala, Rabu (11/6)

Status yang masih terkatung-katung membuat keduanya semangat menyambangi kantor dewan Donggala mempertanyakan nasib mereka.

Diterima oleh Wakil Ketua Dewan Donggala, Sahlan L. Tandamusu, dan sejumlah anggota Komisi 1, Rahmawati dan Muliati serta ratusan honorer yang tergabung dalam forum K2 meminta kepada dewan untuk memperjuangkan nasib mereka.

Ratusan honorer K2 ini ingin diperhatikan oleh Pemkab Donggala paling tidak masuk dalam data P3K. (/Zubair Yakub)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.