Dari Donggala untuk Dunia

Dua IRT Asal Sibado Kedapatan Bawa Sabu

0 644

BANAWA, suaradonggala.id— Dua ibu rumah tangga ( IRT) berinisial N (30) dan W (31) tak berkutik saat ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Donggala, Selasa (31/12/2019).

Kedua IRT asal desa Sibado, Kecamatan Sirenja itu kedapatan membawa sabu seberat 50 gram. Di perkirakan, harga sabu itu sebesar 48 juta rupiah.

“Pelaku diamankan bermula adanya laporan masyarakat,” kata Kabag Ops Polres Donggala AKP Inggit di dampingi Kasat Res Narkoba AKP Masran Dumaha saat jumpa pers, Jumat (10/1/2020).

Dari keterangan pelaku barang haram tersebut diambil dari seseorang yang beralamat di jalan Dewi Sartika, Kota Palu.

Inggit menjelaskan dari tangan pelaku Polisi mengamankan barang bukti sabu, satu unit motor Yamaha V-ixion, dan HP merk Vivo warna hitam.

“Kedua pelaku kami amankan di Lapas Wanita, Sigi,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Res Narkoba Polres Donggala Masran Dumaha menyebutkan kedua pelaku ditangkap di dusun Rano, Batusuya Go, Kecamatan Sindue Tombusabora.

Masran mengatakan timnya menerima laporan masyarakat bahwa ada dua orang perempuan berboncengan membawa sabu dari Palu menuju Pantai Barat.

Kemudian Kasat Resnarkoba memerintahkan lima anggotanya melakukan pengejaran. Sampai di dusun Rano tim Sat Resnarkoba sudah menemuka dua perempuan dengan ciri-ciri seperti dalam laporan.

“Anggota saya mencoba mendahului pelaku. Setelah sampai di dusun Rano kendaraan pelaku diberhentikan, kemudian dilakukan penggeledahan,” katanya.

Namun saat penggeledahan tidak ditemukan barang bukti yang dicurigai disimpan dalam tas pelaku.

Anggota Sat Resnarkoba tidak kehabisan akal. Mereka kemudian meminta bantuan seorang perempuan di dusun Rano untuk melakukan penggeledahan.

“Pelaku ini kan perempuan makanya tim meminta bantuan seorang perempuan warga dusun Rano untuk menggeledah mereka. Dari kantong pelaku W ditemukan sabu dibungkus dengan lakban berwarna hitam,” jelasnya.

Masran menyebutkan pelaku dijerat dengan Pasal 144 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Keduanya terancam hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana paling lama 20 tahun, paling singkat 6 tahun, dan denda paling sedikit 1 miliar, paling banyak 10 miliar rupiah. (*)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.