Dari Donggala untuk Dunia

Hadiri Pisah Sambut Kapolres Donggala, Ini Pesan Bupati Kasman Lassa

Penulis: Jose Rizal

0 224

Kecamatan Banawa– Bupati Donggala, Kasman Lassa, Selasa (13/8/2019) malam menghadiri pisah sambut Kapolres Donggala AKBP S. Ferdinand Suwardji. Diberitakan sebelumnya, AKBP S.Ferdinand Swardji akan bertugas menjadi Kapolres di Bangka Belitung. Jabatannya di gantikan oleh AKBP Dadang Wahyudi, mantan Kapolres Morowali Utara.

Bupati Kasman Lassa pada pidatonya mengucapkan terima kasih kepada Ferdinand atas tugas pengabdianya memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik selama di Donggala. Ia berharap mantan Kapolres Donggala itu tidak melupakan Donggala.

“Meski sudah bertugas di tempat lain, kami berharap pak Ferdinand tidak melupakan kami. Selamat bertugas di tempat yang baru,” ucap Kasman.

Kepada Kapolres Donggala yang baru, AKBP Dadang Wahyudi, Bupati Kasman Lassa menceritakan gambaran kondisi geografis kabupaten Donggala yang terdiri dari 16 kecamatan.

Selain itu, Kasman  juga menyampaikan jumlah desa, kebudayaan, suku, dan bahasa yang ada di kabupaten Donggala. Ia berharap Kapolres Donggala yang baru dapat bersinergi dalam membangun daerah.

“Selamat datang Kapolres yang baru, selamat bertugas di Kabupaten Donggala,” imbuhnya.

 

AKBP S.Ferdinand Swarji di dampingi isitri memberikan sepata kata pisah sambut. FOTO: Bang Jalu

 

Kesempatan itu, Kapolres Donggala yang lama, AKBP S.Ferdinand Swardji mengucapakn terima kasih kepada bupati Kasman Lassa yang sudah banyak membantu jajaran Polres Donggala dalam menjalankan tugas khususnya soal pengamanan.

“Kurang lebih 18 bulan saya bertugas di Donggala. Pada awal saya masuk ada agenda daerah yakni Pilkada, berkat kerja sama dari semua pihak agenda itu berlangsung secara kondusif,” katanya.

Selain itu Ferdinand menceritakan saat terjadi peristiwa bencana gempa bumi dan tsunami di Donggala. Peristiwa itu katanya menjadi pengalaman pertama bagi dia ketika bertugas di Donggala.

Lanjut Ferdinad, hal yang paling berkesan yang ia rasakan selama bertugas di Donggala adalah sikap toleransi dan kekeluargaan sangat kental. Ia merasa seperti berada dilingkungan keluarga sendiri.

“Rasa kekeluargaan di Donggala ini sangat tinggi, meski saya beragama Nasrani saya sangat diterima dengan baik. Bahkan saya di beri izin memberikan sambutan atau himbauan di masjid-masjid,” tuturnya.

Ferdinand memohon maaf kepada seluruh masyarakat Donggala karena belum memberikan pelayanan yang baik. ia juga minta dimaafkan bila ada tindak tanduknya bersama keluarga tidak berkenan di hati warga kabupaten Donggala.

“kalau ada tingkah laku dan tutur kata saya kurang berkenan, mohon dimaafkan,” tutupnya.

Kapolres Donggala yang baru, AKBP Dadang Wahyudi di dampingi istri perkenalkan diri. FOTO: Bang Jalu

 

Sementara itu Kapolres Donggala yang baru, AKBP Dadang Wahyudi, di damping istri memperkenalkan diri kepada undangan pisah sambut. Mantan Kapolres Morowali Utara itu berharap kehadirannya bersama keluarga diterima oleh warga kabupaten Donggala.

“Selaku orang baru di Donggala saya perlu banyak belajar dan bimbingan. Tentu masih banyak hal yang harus saya pelajari disini baik dari tokoh masyarakat terkhusus kepada bupati Donggala dan unsur Forkopimda,” ujar Dadang.

Dadang berharap ia dapat bekerja dengan baik dan maksimal. Selain itu kehadirannya dapat diterima seluruh Forkopimda agar ketika menjalankan tugas di Donggala tidak mengalami kesulitan dan kendala.(/jr)

 

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.