Dari Donggala untuk Dunia

Heri : Alat TTG Dibeli Dikota Palu Bukan Di Surabaya

Sub : Lanjutan Pansus Angket

0 2.478

BANAWA, suaradonggala.id — blak-blakan mantan ketua badan usaha milik desa (bumdes) desa Oti kecamatan Sindue Tobata, Heri. membuat semua panitia Angket tercengang. Senin (02/08/21)

Saat Heri menceritakan dari awal yang mengganjal dari program teknologi tepat guna (TTG).

Heri mengatakan bahwa pada akhir tahun jelang Desember 2019. Dirinya menerima telepon dari ibu Nurhayati Umar tim pendamping bumdes.

menurutnya bahwa pada saat ibu Nurhayati mengatakan bahwa Ada salah satu program desa, yang tidak sempat lagi di musyawarah di desa, mungkin lebih baik dimasukkan di bumdes.

Saat Dirinya ditanya, bapak bersedia untuk menganggarkan alat TTG. Dirinya menjawab jika manfaatnya banyak bagi masyarakat. Tak masalah.

Kemudian ia menambahkan bahwa pada saat dirinya berada di desa Tanjung Padang saat menghadiri pesta, ibu Mardiana pada saat itu langsung mengantarkan barang sesuai RAB.

” Saat itu saya berada di pesta, saya ditelpon Mardiana. Bahwa katanya barang telah di antar kan. Terus saya menjawab. Ibu itu barang bukan saya pesan yaa, semuanya itu salah dari mekanisme,” ungkapnya

Lanjut Heri, bahwa pada saat itum Mardiana mengaku bahwa program ini suruhan Bupati Donggala, Kasman Lassa. Selang beberapa hari ia langsung menghubungi Ramadhan, ajudan Bupati dan menanyakan tolong sampaikan kepada DB Lubis. Kenapa bawa nama Bupati memasukkan program. Lalu Lubis menjawab dan balik menanyakan bahwa itu semua ada rekamannya saat anda berbicara sama Mardiana.?

” Dari situ saya menganggap bahwa program ini tidak benar alias jebakan,” ucapnya

Heri menambahkan lagi bahwa ia mengundurkan diri Maret 2021 setelah 7 bulan mengelola Bumdes dengan saldo 71juta. Hingga hari saya mendapat kabar bahwa saldo bumdes nihil alias nol.

Heri juga mengungkapkan bahwa alat teknologi tepat guna (TTG). Semua barangnya ada di kota Palu tepatnya di toko Anugrah Jaya Wahidin bukan dipesan dari kota Surabaya ke Makassar terus ke palu lanjut ke desa Oti.

“ Saya telpon pemilik dari toko Anugrah Jaya menanyakan jenis barang, pemilik toko terbebut mengatakan bahwa item barang yang saya Tanya sama dengan yang Pemda Donggala pesan, lalu saya tanyakan siapa yang keluarkan barang itu, pemilik toko menjawab Si Dede,” Tandasnya

Heri juga mengaku bahwa dirinya di desak oleh kepala desa dan camat agar program tersebut di anggarkan dan jika tidak maka dana desa Oti tidak cair.

” Saya sempat mencari tahu harga alat continuous sealer machine DB-1000 itu harga di Lazada hanya 6jt 250ribu. Sedangkan di RAB 14jt 950ribu. Ini tentunya Mark up gila,” jelasnya

Sempat ia tanyakan,lanjutnya lagi kepada Mardiana. Barang TTG ini di Mark Up berapa persen. Mardiana menjawab 15%. Lalu Heri membeberkan bagaimana 15% sedangkan harga sebelumnya 6jt 250ribu terus harga di RAB 14jt 950ribu. Biar ibu Sri Mulyani pasti mengatakan bahwa ini Mark Up lebih dari 100%.

” Semua ada rekamannya, ketua pansus Angket silakan dengarkan nantinya,” Tambahnya lagi

” Jika kebenaran saya di pojokkan, akan saya cari tahu. Dan pasti akan nampak bagaimana program ini sangat tidak masuk akal,” tutupnya (TIM)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.