Dari Donggala untuk Dunia

Ironis, Gaji Dan Insentif Dokter RS Kabelota ibarat bayar kredit Kendaraan Alias Dicicil

Sub : DPRD Ancam Tidak Akan Tanda Tangan APBD-P 2020

0 401

 

Suaradonggala.id,BANAWA — Para dokter Rumah Sakit Umum (RSU) Kabelota menangis lagi untuk kedua kalinya.tapi, kemarin terjadi saat pada rapat dengar pendapat (Rdp) dengan para Anggota DPRD dan pihak terkait di ruang sidang utama,  selasa (15/09/20) siang kemarin

Hanya saja tangisan dokter tersebut tak dilihat oleh manajemen RS kabelota dan Dinkes, karena dua pihak terkait ini memilih tidak mengikuti RDP karena “takut di intimidasi” hilang jabatan.

Justru yang hadir pada RDP gabungan yang dipimpin ketua Komisi I Abu bakar aljufri hanya Moh Hatta kepala Dinas keuangan.

Di hadapan Anggota DPRD para dokter kembali mengeluhkan insentif mereka yang tak kunjung terbayar serta biaya penanganan covid-19 yang juga belum terbayarkan padahal dana penanganan covid-19 sebesar 30M.

Yosefa salah satu dokter kontrak/Umum berurai air mata ketika harus menjelaskan kondisinya bersama rekan perawat yang sudah berjuang bekerja ikhlas untuk RS kabelota ditengah wabah virus mematikan ini, tetapi justru pemerintah daearah mengabaikan mereka.

“kurang loyalitas apa kami terhadap pasien (masyarakat Donggala) dengan bekerja semaksimal mungkin. Tapi, gaji dan insentif kami dibayarkan seperti kredit motor, ” keluhnya

Lanjutnya bahwa yakin saja sepulang dari DPRD pasti saya dimarahi, atau jeleknya di pecat, biar la saya viral hari ini seperti berita di metro tidak bisa beli susu, memang kenyataannya begitu, bukan cuman susu pak dewan, cincin kawin sudah saya gadai (sambil mengangkat jarinya) untuk kebutuhan hidup seharai-hari, bahkan saya minta uang dengan orang tua sendiri membantu kehidupan, aneh hanya di Donggala dokternya tidak bisa beli susu, bagadai emas, dan masih minta uang dengan orang tua padahal kami telah bekerja, tolonglah  bantu kami di RS Kabelota, kemana lagi kami mengadu kalau bukan di lembaga ini, belum lagi dana penaganan Covid-19 padahal pemerintah melalui presiden sudah menginstruksikan memperhatikan tenaga medis.

Menanggapi persoalan ini pimpinan rapat Abu bakar Aljufri meminta tanggapan anggota DPRD mencari solusi RS kabelota.

“kita dibanggar telah bersepakat dengan Tim TAPD untuk memprioritaskan RS kabelota pada saat pembahasan APBD 2020, rekaman masih ada, nah disini juga ada pak kadis keuangan pasti tau juga hasil pembahasan APBD kemarin, urusan wajib RS Kabelota harus disegerakan yang sunnah di sampingkan, saya sudah buka dokumen APBD 2020 dana itu tidak mencukupi, yang tertulis hanya DAK (pusat) 29M, DAU hanya 1,5M ini lah yang dikelola RS Kabelota, seandainya Manajemen RS Kabelota atau direktur hadir pasti mereka juga tahu, terkait dana Covid-19 kami juga di DPRD gelap terhadap dana 30M habis digunakan untuk apa, sudah empat kali kami meminta tak pernah diberikan, syukur la tenaga medis juga curhat terkait dana covid-19 karena tidak mungkin mereka (tenaga medis) berbohong, tolong pak kaban keuangan carikan dana tenaga medis yang melekat di dinas lain yang tidak penting berikan ke mereka, “Sebut rasyid ketua fraksi PKS

Anggota lainya Nasrudin lebih tajam lagi menyoroti persoalan RS Kabelota, ia meminta DPRD tidak menandatangani Dokumen APBD-P 2020 jika persoalan RS Kabelota tidak diselesaikan secepatnya.

“jangan tanda tangan APBD-P 2020 jika RS kabelota tidak selesai, insentif covid-19 juga belum dibayarkan ada apa ini? Kemana dana dana 30M,” jelas wakil ketua komisi III

Sementara kadis keuangan Hatta hanya terlihat diam dan menjadi pendengar saja, ia hanya berkomentar ketika diminta oleh anggota.

“percuma kita RDP, harusnya manajemen RS kabelota dan Dinkes hadir ditempat supaya jelas”kata Hatta

Menanggapi pernyataan Kadis keuangan anggota komisi III syafrudin meminta untuk penjadwalan kembali RDP terkait RS Kabelota.

“izin pimpinan RDP ini harus dijadwalkan kembali, Dinkes dan manajemen RS kabelota harus hadir, bila perlu panggil paksa”tutup Lasape sapaan dari Syafrudin (AK – ANC)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.