Dari Donggala untuk Dunia

Isu Bupati Kasman Lassa Main Mutasi, Taufik : Jangan Pakai Jurus Mabuk

Sub : Bupati Kasman Lassa Mangkir dalam paripurna Hak Interpelasi

0 3.303

suaradonggala.id,BANAWA — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Donggala gelar paripurna Hak Interpelasi di gedung utama, Selasa (22/06/21)

Dalam paripurna tersebut bupati Kasman Lassa mangkir, karna pada saat yang sama bupati ada agenda lain.

Pada kesempatan Jumpa pers, Moh Taufik ketua fraksi Nasdem menyayangkan isu terkait bupati Kasman Lassa main mutasi terhadap keluarga Anggota dewan yang telah sepakat untuk bertanda tangan mengajukan hak interpelasi pada waktu lalu,Red.

” Isu yang berkembang ialah seluruh keluarga dari anleg itu di mutasi besar-besaran, tak pandang bulu. Padahal ini adalah Urusan bupati dan DPRD. Kenapa keluarga di sangkut pautkan,” ungkap politisi asal Labuan.

Taufik juga menambahkan bahwa kasus ini adalah kasus ecek-ecek alias kasus dapat diselesaikan secara baik-baik jika bapak Bupati hadir dalam paripurna dan menjelaskan apa yang terjadi pada pengadaan alat teknologi tepat guna (TTG).

” Keluarga dari ibu Nurjanah dari fraksi PKS-PAN itu kerja di salah satu sekolah yang berada di kecamatan Labuan itu di mutasi oleh kepala sekolah, itu berarti ada perintah dari atas. Padahal keluarga dari ibu Nurjanah baru sekali bertemu dengan Bupati,” bebernya

Disinggung terkait video bupati Kasman saat di wawancarai pada saat Sertijab gubernur bahwa di video tersebut bupati Kasman mengatakan jika kepala desa dalam tekanan Drpd dan sengaja memperlambat proses pembayaran alat TTG.

Taufik menjelaskan bahwa Bupati Kasman salah besar dengan mengatakan hal tersebut, karna tim pansus TTG menemukan di lapangan (desa) itu bukan memberi tekanan untuk tidak membayar melainkan menemukan masih banyak barang belum terpenuhi sedangkan pembayaran telah lunas. Demikian Taufik

Sementara itu wakil ketua II, Asis Rauf mengatakan bahwa seharusnya Bupati Kasman Lassa hadir dalam paripurna hak interplasi ini dan memberikan penjelasan terkait pengadaan TTG yang disaksikan oleh elemen masyarakat yang menghadiri paripurna.

“ Seharusnya bapak Bupati hadir, tentunya ini membuat lembaga DPRD semakin kecewa dengan Bupati Donggala,” Tegasnya

Untuk paripurna hak interpelasi sendiri di skors hingga Jumat (25/05/21) jam 14.00. (TIM)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.