Dari Donggala untuk Dunia

Juli Wibowo: Semua Peserta Kembara PKS Sulteng Diperlakukan Sama

Laporan : J Rizal

0 284

SINDUE, suaradonggala.id—Empat dari lima anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahterah (FPKS) DPRD Kabupaten Donggala menjadi peserta Kemah Bhakti Nusantara (Kembara) sesi 2 di desa Enu, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Rabu (25/12/2019)

Keempat anggota FPKS itu antara lain Abd Rasyid, Takwin, Zulham M Nurlaham, dan Alex. Satu anggota yakni Nasruddin batal menjadi peserta karena dalam keadaan sakit.

Pantauan media ini, sebelum memasuki sesi materi Kembara, empat anggota FPKS Donggala termasuk ketua DPRD Donggala Takwin dan ratusan peserta Kembara lainya diperintahkan untuk melakukan push up sebanyak 10 kali.

Push up merupakan aktifitas wajib yang harus dilakukan oleh seluruh peserta Kembara sebelum menerima materi atau menerima sanksi dari panitia.

Pengurus DPP PKS Juli Wibowo mengatakan seluruh peserta Kembara akan diperlakukan sama meskipun peserta tersebut berstatus sebagai anggota DPRD atau ketua DPRD.

“Jadi nggak dibeda-bedain, semua peserta diperlakukan sama. Memang begitu apakah dia anggota atau ketua DPRD. Ketua MPR aja atau menteri dari PKS kalau jadi peserta Kembara disuruh merayap,” katanya kepada suaradonggala.id

Juli menjelaskan, hal itu agar para kader PKS tidak dibatasi oleh status sosial saat menjadi peserta Kembara. Kader PKS harus bisa menjaga kekompakan dan kolektifitas dalam berorganisasi.

“Justru karena itu mereka menjadi kompak. Ini tujuan kita melakukan kegiatan Kembara,” jelasnya.

Mantan ketua Kepanduan DPW PKS Jawa Timur ini mengatakan kegiatan Kembara di Sulteng merupakan sesi terakhir dari seluruh kegiatan Kembara secara Nasional pada tahun 2020.

Kembara PKS se Sulteng yang dijadwalkan berlangsung tiga hari tersebut dibuka ketua umum DPW PKS Sulteng Muhammad Wahyuddin. Hadir pula Ustad Nurddin yang merupakan salah seorang petinggi DPW PKS Sulteng. (*)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.