Dari Donggala untuk Dunia

Jumlah Kasus Persetubuhan di Bawah Umur di Donggala Meningkat Tajam

Penulis : J Rizal

0 401

BANAWA, suaradonggala.id— Sepanjang tahun 2019, kasus persetubuhan anak dibawah umur meningkat cukup tajam di kabupaten Donggala.

Dari data Polres Donggala, pada tahun 2018 hanya terjadi 1 kasus persetubuhan anak dibawah umur. Namun di tahun 2019 meningkat menjadi 21 kasus.

Hal itu disampaikan Kapolres Donggala AKBP Dadan Wahyudi, SH, SIK, M.Crim pada jumpa pers Selasa (31/12/2019) terkait kinerja Polres Donggala selama satu tahun.

“Semua pelaku sudah diamankan, kami telah berkoordinasi dengan dinas perlindungan anak untuk upaya rehabilitasi terhadap korban,” katanya.

Selain persetubuhan anak dibawah umur, kasus lain yang juga menonjol antara lain pencurian biasa sebanyak 125 kasus, penganiayaan 101 kasus, dan pencurian kenderaan bermotor (curanmor) 33 kasus.

Kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) jumlah kasus sama seperti tahun sebelumnya yakni sebanyak 42 kasus.

“Untuk kasus narkoba 95 persen adalah penggunaan sabu-sabu,” jelas Kapolres.

Sementara untuk kasus kecelakaan lalulintas (Lakalantas) secara umum mengalami penurunan. Tahun sebelumnya 168 laporan lakalantas, 2019 hanya 148 laporan dengan kerugian materi hampir 500 juta rupiah. tercatat sebanyak 31 orang meninggal dunia karena lakalantas.

“Angka ini terhitung masih cukup tinggi,” tambahnya.

Kasus tilang kendaraan bermotor lanjut Dadan tahun 2019 mengalami peningkatan. Dari 1.193 tilang menjadi 3.200 tilang.

Untuk kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) dan kasus dugaan penyalahgunaan senjata api oleh anggota Polsek Sirenja, Dadan menyampaikan pihaknya sementara melakukan pengusutan.

Namun secara umum beber dia jumlah angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tahun 2019 mengalami penurunan. (*)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.