Dari Donggala untuk Dunia

Kades Desa Marana Di Berhentikan Sementara

0 3.923

 

Suaradonggala.id,SINDUE — Beredar Surat Keputusan (SK) bahwa Bupati Donggala Kasman Lassa memberhentikan sementara Kades Marana Lutfin Yohan sebagai Kepala Desa Marana.

Dalam surat pemberhentian sementara itu di cantumkan dalam Keputusan Bupati Nomor: 188.45/0297/DPMD/2021. Berdasarkan hasil pemeriksaan khusus Inspektorat kabupaten Donggala pada 31 mei 2021 nomor 700/21/RHS/ITKAB/21.

Dalam SK tersebut pula, Kades Marana melanggar Pasal 26 dan 27 Undang-undang no 6 tahun 2014.

Sementara itu Kades Marana yang di konfirmasi terkait pemberhentian sementara mengaku, belum menerima surat tersebut.

” Itu hanya isu saja. Saya belum terima surat dari siapapun”, Beber kades berambut pirang. Jum’at (18/06/21)

Lutfin menghimbau, agar masyarakat Desa Marana, tidak terprofokasi dengan isu tentang pemberhentian dirinya.

” Saya himbau kepada masyarakat supaya tidak terpancing dengan isu yang belum jelas,” imbaunya.

Menurut Lutfin, pemeriksaan khusus yang dilakukan oleh Inspektorat kabupaten Donggala kepada dirinya adalah salah alamat. Karena pemeriksaan itu terkait laporan masyarat sebelum pelantikan dirinya sebagai Kepala Desa defenitif.

” Laporan itu tanggal 5 Maret 2020, sementara Saya dilantik pak Bupati tanggal 29 juli 2020,” terang Lutfin

Lutfin pun menambahkan, tuntutan masyarakat soal Bantuan Langsung Tunai (BLT) Padat Karya Tunai Desa (PKTD) serta program penanggulangan pendemi covid-19 pada tahap II tidak di kelolah olehnya walaupun telah dilantik.

” Pakai dana apa saya bayar BLT, PKTD, kalau uangnya sudah di cairkan oleh Serlin sebagai PJS,” Tanya Lutfin

Lutfin jug mengakui bahwa dirinya tidak mencairkan tahap III karena pencairan tahap II tidak sesuai dengan prosedur.

” Pencairan tahap III itu kan harus ada laporan pertanggung jawaban penggunaan dana tahap II, sementara saya tidak kelolah itu dana, mana mungkin saya mau cairkan tahap III,” Tandasnya

Ketika di tanya soal laporan masyarakat Desa Marana terhadap dirinya, Lutfin mengatakan, masyarat yang mana melaporkan? Karena laporan tersebut sengaja di buat untuk menutupi kasus dugaan penggelapan dana Desa senilai 400 juta lebih yang dilakukan oleh saudari Serlin selaku PJS. (Tim)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.