Dari Donggala untuk Dunia

Kali Ini, Oknum Camat Bansel Intimidasi Nina

Sub : Nina penyanyi viral, " Donggala Kota Wisata, Banyak Sampahnya "

1 4.348

suaradonggala.id,BANAWA — Bagai petir disiang hari, mungkin ini pepatah ini cocok untuk Nina sang penyanyi viral di sebuah aplikasi itu. Setelah beberapa hari yang lalu mendapat intimidasi dari oknum Humas protokol pemda. Kali ini oknum camat Banawa Selatan yang diduga melakukan intimidasi.

Nina, Anak milenial yang beberapa hari kemarin viral dengan mengkritik pemerintah dan masyarakat Donggala lewat sebuah aplikasi. Dilagu tersebut menggambarkan bahwa ternak berkeliaran bebas, penerangan jalan umum tidak ada dan sampah berserakan di atas tumpukkan bak sampah.

Saat di temui dikediamannya dan didampingi oleh sang ayah Lagaligo sapaan akrabnya, Nina mengatakan hingga hari ini masih saja ada pihak dari pemerintahan yang mengintervensi dirinya karna lagu tersebut.

” Iya, beberapa hari dan hingga hari ini banyak nomor baru menghubungi saya.tapi, saya tidak berani mengangkatnya,” Resahnya, Selasa (13/07/21)

Senin malam tepatnya, lanjut Nina, dirinya di Undang ke sebuah perumahan BTN dekat dinas Sosial Donggala ditemani sang ayahanda. Ia menerima undangan oleh camat bansel, Hikmah Lassa yang juga adik kandung oleh Bupati Donggala, Kasman Lassa.

” Saya dengan ettaku (ayah) mendatangi perumahan tersebut karna menerima undangan yang isinya adalah berbicara secara kekeluargaan,” Ucapnya

Sementara itu ayahanda Nina mengatakan bahwa di malam itu dirinya bersama Nina disambut dengan baik.tapi, di pertengahan pembicaraan mereka (oknum camat bansel) dan di saksikan oleh Fallen. Oknum camat bansel seakan tidak menerima video tersebut karna menurutnya, video tersebut menyerang pemerintah atau bupati.

” Oknum camat bansel itu langsung berbicara seakan video anak saya itu menyerang pemerintah, dan memerintahkan jika video tersebut harus dihapus seketika itu belum selesai pembicaraan saya bersama Nina meninggalkan perumahan tersebut, ” Tutur Lagaligo

Lagaligo menambahkan bahwa dilagu tersebut bukan hanya pemerintah di kritik.tapi, juga masyarakat pada umumnya. Jadilah pemerintah yang dapat di kritik. Ini bukan sistem kerajaan.

” Jika pemerintah anti kritik, jangan jadi pemerintah. Jadilah seorang Raja,” Tegasnya (TIM)

 

Berita Lainnya...
1 Komen
  1. Aan berkata

    Heikkkskssss sdh benar semua nina bilang, sampah,sapi berkeliaran, jln berlobang, apa dahlah itu yg penting ini pemerintah salah

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.