Dari Donggala untuk Dunia

Kegiatan Psikola Ri Dacil Langgar Prokes Covid19

Sub : DPRD Ingatkan Bupati Terhadap Instruksi Mendagri

0 1.958

Suaradonggala.id,BANAWA — Jelang sidang paripurna penetapan HAK Angket DPRD Donggala, ketua DPRD, Takwin telah menyurati Bupati Donggala terkait kegiatan Ceremoni Bupati Donggala dalam acara launching “psikola ri dacil” pada hari Rabu,(07/07/21)Red. di Halaman kantor Dikbud Donggala.

Surat pemberitahuan DPRD kepada Bupati Donggala terkait instruksi Mendagri

Pasalnya Undangan acara tersebut mengundang banyak pihak yang dapat memicu kerumunan dan jika melihat absensi sebanyak kurang lebih 150 orang datang menghadiri kegiatan tersebut serta tempat duduk tidak mengikuti prokes yakni diberi jarak. Hal ini berpotensi melanggar prokes yang saat ini lagi gencar-gencarnya di lakukan dari tingkat pusat hingga daerah. Maka dari itulah Ketua DPRD Donggala melalui suratnya bernomor 288.170/um/DPRD/VII/2021 perihal Mengingatkan potensi pelanggaran Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 6 tahun 2020 tentang Penegakan Prokes untuk Pengedalian Penyebaran Virus Covid-19.

Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri tsb sudah sangat jelas dan tegas bahwa kepala daerah wajib menjadi panutan penegakan disiplin prokes dan menghindari membuat kegiatan berpotensi terjadinya kerumunan dan longgarkan prokes. Bahkan dalam setiap kesempatan Mendagri selalu mengingatkan bahwa akan menindak tegas kepala daerah yang tidak mengindahkan Instruksi Mendagri tersebut.

Menurut Takwin, bahwa terlepas ada tidaknya peringatan dari DPRD, yang jelas kepala daerah sudah melanggar instruksi mendagri.

“ Saya kira Pak Bupati telah mengetahui surat edaran dari Mendagri,” Jelasnya. Kamis (08/07/21)

yang jelas, lanjut Takwin bahwa surat peringatan ini dilayangkan tidak ada maksud lain kecuali memang betul-betul pihaknya menganggap pihak eksekutif adalah sebagai mitra yang baik sekaligus rasa sayang serta cinta kepada bupati, kepada masyarakat, dan secara umum kepada daerah kabupaten Donggala.

Sementara itu saat di temui di kantornya,kepala dinas pendidikan dan kebudayaan, Kasmudin mengatakan bahwa pihaknya mengira tamu tidak banyak datang pada kegiatan tersebut.

“ Lagipula Donggala kan masuk zona hijau. Akan tetapi kemarin panitia menyiapkan tempat cuci tangan dan menjalani prokes,” bebernya

Di tanya surat instruksi mendagri perihal sanksi kepala daearh apabila melanggar protokol kesehatan, Kamsudin menjawab belum mengetahui surat mendagri itu, ia hanya kepada meminta persoalan ini tak usah diperbesar-besarkan.

“ Tidak usah hal ini dibesar-besarkan, niat kita baik membantu orang-orang  gunung di kecamatan Pinembani,” Ucapnya

“ Memang harus begitu, asal yang terpenting jangan sering-sering buat kegiatan, tujuannya kan baik, bukan Cuma dikjar yang begini dinas lain juga, memang kalau dikjar bikin kegiatan pasti ramai,” Ungkapnya

Hingga berita ini terbit, Sekretaris daerah yang Ketua satgas covid19 Kabupaten Donggala, Rustam Effendi. Saat dihubungi melalui pesan singkat whatsapp belum ada balasan. (TIM)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.