Dari Donggala untuk Dunia

Ketua Komnas Ham Sulteng, Dedy Askari : Jangan Mengeksploitasi Hak-hak Penyintas

0 615

Suaradonggala.id,BANAWA — Apa dipertontonkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Donggala dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala terkait pencairan dana stimulan untuk para penyintas bencana 28 September silam.

Membuat Ketua Komisi  Nasional Hak Asasi Manusian (komnas Ham)  Republik Indonesia perwakilan Sulawesi Tengah Dedy Askari angkat bicara.

“Sebagaimana kesaksian beberapa masyarakat Desa Marana, Batusuiya Go’o dan ribuan masyarakat di Desa-desa lainnya di Kabupaten Donggala dimana walaupun puluhan kali dilakukan Pendataan oleh BPBD, namun yang mereka dapatkan masih berupa Rekening Kosong, ini jelas dan Nyata tindakan yang melabrak aturan,” Ucapnya. Kamis (04/02/21) Siang

Menurutnya ini adalah tindakan yang disebut dengan “mengeksploitasi” hak-hak penyintas untuk kepentingan pribadi atau sekelompok orang-Jumat besok kami akan koordinasikan dengan Ketua Komnas HAM Pusat agar dilakukan Rapat terbatas (Ratas) dengan Pimpinan KPK dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional. tertentu. Penyidik Tipikor Res Donggala dan Polda Sulteng dan Pihak Kejaksaan segera bertindak Cepat dan tegas.

Lanjut ia katakan bahwa ini bukan lagi berbuatan main-main, ini sudah menzolimi hak-hak penyintas, ini kejahatan serius. Merespon situasi ini, bila perlu segera kita koordinasikan dengan pihak KPK agar kasus ini jadi atensi KPK. Patut di ingat mengurus dengan baik dan benar segala kebutuhan dan hal-hal yang menjadi Hak Penyintas itu sama dengan mengurus dan mendorong Penghormatan dan penegakkan HAM itu sendiri.

“ Problem penyintas adalah problem Kemanusiaan itu sendiri, segera berikan yang menjadi hak2 mereka, jangan ada upaya mendapat RENTE disini, hak pengungsi kok diumpetin,” Jelasnya

Ia juga melanjutkan bahwa dengan nilai atau isi rekening kosong, sangat besar kemungkinannya adanya dugaan kearah itu (kerjasama) sebab pasti terbangun simbiosis mutualis dalam soal ini, oleh karenanya pihak penyidik (Polri maupun pihak Kejaksaan) harus hati-hati dan betul-betul yang punya trackrekord yang baik yang diturunkan, atau bisa jadi, kenapa seperti tidak ada atensi dari pihak penyidik, bisa jadi mereka sudah masuk dalam jebakan batman dalam dana bantuan penyintas Kabupaten Donggala, sebab biasanya, jika semua pihak pada diam, hati2, itu “patut diduga”.

“Jumat besok kami akan koordinasikan dengan Ketua Komnas HAM Pusat agar dilakukan Rapat terbatas (ratas) dengan Pimpinan KPK dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional.” Tutupnya (Ahmad Muhsin)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.