Dari Donggala untuk Dunia

Ketua Pansus I, Taufik : Ada kerugian 4 Milyar Pengadaan Alat TTG

0 2.210

suaradonggala.id,BANAWA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) gelar paripurna laporan panitia khusus I Teknologi Tepat Guna (TTG) di Ruang sidang Utama, Senin (31/05/21)

Dalam laporan yang dibacakan oleh sekretaris pansus TTG, Nurjanah banyak kasus yang ditemukan pada saat tim pansus turun ke lapangan.

Paripurna laporan panitia khusus I Teknologi Tepat Guna (TTG) di ruang sidang Utama, Senin (31/05/21)

Salah satu diantara banyaknya kasus ditemukan dilapangan yakni adanya kerugian uang Negara sebanyak 4 milyar di pengadaan alat TTG.

Ketua pansus I, Moh Taufik membenarkan hal tersebut dengan mengatakan bahwa ada 96 desa yang menganggarkan alat tersebut dan sampai hari ini alat tersebut belum di gunakan sebagaimana mestinya.

“ Kita ambil sampel 80 desa di kalikan dengan rata-rata tiap desa menganggarkan 50jt, itu hasilnya sampai 4 Milyar. Itupun ada desa menganggarkan sampai angka 175 jt,” Beber Ketua pansus yang juga Ketua Fraksi Nasdem DPRD Donggala.

Menurut Upik sapaan akrabnya, hingga hari ini tepatnya di triwulan kedua alat tersebut tidak dapat digunakan padahal alat tersebut tahun 2020 sudah tiba. Ada yang rusak dan ada yang belum cukup barangnya sesuai dengan RAB. Ini berarti ada dugaan merugikan uang Negara.

Ia juga menambahkan bahwa ada keanehan di penganggaran alat tersebut, di APBDes Murni alat tersebut tidak di anggarkan. Akan tetapi di APBDes perubahan alat tersebut di anggarkan.

“ Pada penganggaran TTG terdapat perencanaan yang sangat buruk, semua dilakukan secara terstruktur sistematis dan massif dan Ada desa mengaku mau buat minyak kelapa.tapi, yang datang barangnya itu oven. Apa hubungannya minyak kelapa dengan oven,” jelasnya

Upik menambahkan lagi bahwa laporan pansus ini akan di bawa ke BPK RI (Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia) dan KPK RI (Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia) serta meminta kepada ketua DPRD agar serius dengan kasus ini. Demikian Upik. (AKB)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.