Dari Donggala untuk Dunia

Kontroversi Penyataan Kasman Lassa Dinilai Resahkan Warga Panggalasiang

Laporan: J Rizal

0 614

BANAWA, suaradonggala.id— Belum sepekan Bupati Kabupaten Donggala Kasman Lassa mengatakan bahwa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Panggalasiang yang sah dilaksanakan pada 7 Desember 2019.

Namun melalui koordinator panitia Pilkades Kabupaten Yusuf Lamakampali pernyataan tersebut di ralat. Yusuf menyebut Pilkades yang sah dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2019.

Yusuf mangatakan bupati Kasman Lassa hanya mengakui Pilkades yang dilaksanakan tanggal 14 Desember 2019.
“Pilkades yang sah itu tanggal 14 Desemeber,” kata Yusuf dihubungi wartawan, Kamis kemarin.

Yusuf meluruskan bahwa Pilkades di desa Panggalasiang hanya satu kali. Menurut dia tidak ada Pilkades tanggal 7 Desember 2019.

“Saya sudah izin dengan pak bupati meluruskan pemberitaan sebelumnya di koran Metrosulawesi,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Donggala Subhi, SPd mengaku bingung atas pernyataan berbeda yang disampaikan oleh bupati Kasman Lassa.

“Kalau begini masyarakat makin bingung. Sebenarnya tugas pemerintah itu apa, melindungi rakyat atau justru menciptakan keresahan pada rakyat,” ucap sekretaris Komisi III ini, Jumat (27/12/2019)

Subhi mengatakan Pilkades 7 Desember 2019 dilaksanakan sesuai tahapan yang telah di amanatkan bupati melalui Peraturan Bupati (Perbub) nomor 21 tahun 2019.

“Sekarang ada pernyataan asisten bahwa yang 7 Desember cacat hokum dengan alasan bukan panitia yang selenggarakan. Justru pemerintah harus berterima kasih kepada BPD yang telah menyelamatkan perintah Perbup,” ujar Subhi.

Pemkab Donggala tambah Subhi justru malah mengkesampingkan pihak-pihak yang sudah membantu melaksanakan amanat Perbub.

“Mungkin ada kepentingan dibalik pernyataan tersebut tanpa memikirkan hak-hak masyarakat Panggalasiang,” sesal dia. (*)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.