Dari Donggala untuk Dunia

Lagi, DB Lubis Mangkir Dari Rapat Pansus LHP BPK 2016-2018

Penulis: Mohammad Akib

0 269

BANAWA,suaradonggala.id – Pejabata sementara (Pjs) Kepala Inspektorat Donggala DB Lubis kembali mangkir dari rapat Panitia Khusus (Pansus) 1 Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Perwakilan Sulteng tahun 2016-2028.

Ketua Pansus 1 Moh Taufik mengaku sangat kecewa dengan DB Lubis. Untuk diketahui Kabag Hukum Pemkab Donggala itu sudah tiga kali tidak menghadiri rapat pansus bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Harusnya saudara Lubis hadir dalam rapat Pansus ini, tapi ini sudah kali ketiga dia tidak hadir,” katanya di sela rapat Pansus bersama kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Donggala Rustam Effendy, Senin (2/3/2020).

Sementara itu Kepala Bappeda Donggala Rustam Effendi dengan terang mengakui kesalahannya terkait dengan banyaknya temuan BPK RI perwakilan Sulawesi Tengah di bidang perencanaan.

“Iya kami akui keselahan itu karena memang ada yang tidak mengerti dengan tupoksinya masing-masing,” ujarnya

Rustam mengatakan temuan BPK menyebutkan ada program kegiatan yang di laksanakan melalui APBD tapi tidak ada di dalam dokumen.

Rustam mengakui ada program yang tidak masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPS) namun program tersebut ada dalam APBD.

“Kegiatan itu masuk dalam APBD dengan nilai tidak sedikit,” jelasnya.

Mantan Kadis Dikjar Donggala ini menyampaikan hampir seluruhnya kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) belum terlalu paham dokumen rencana kerja (Renja) maupun dokumen rencana strategi (Renstra)

Ditambahkannya temuan BPK tahun 2016-2018 merupakan tamparan keras bagi Bappeda.

“Saya tidak akan cuci tangan meskipun saya masuk di Bappeda saat transisi. Saya akan bertanggungjawab,” ucap dia.

Menurut Rustam selain ketidakpahaman kepala OPD terhadap dokumen Renja dan Renstra yang menjadi penyebab lainya adalah kerap digantinya Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan.

“Jangan diganti itu Kasubag perencaan pak karna mereka sudah di latih begini caranya , e pas di lantik berubah lagi. Kasih lewat waktunya pak baru diganti, ada dulunya kadernya pak. Bayangkan mereka cuman copy paste. Dan yang terjadi lambatlah tidak konsistenlah, karna muaranya temuan di situ semua awalnya,” keluh Rustam.

Editor: J Rizal

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.