Dari Donggala untuk Dunia

Lagi, Istri Anggota DPRD Donggala Jadi Korban Mutasi

0 3.594

suaradonggala.id,BANAWA — Istri anggota DPRD Donggala kembali menjadi korban mutasi. Kali ini menimpa istri anggota DPRD Donggala dari fraksi Gerindra, Erlansyah.

Mutasi tersebut menambah daftar panjang istri anggota DPRD Donggala yg dimutasi Kasman Lassa, Sebelumnya bupati yang juga kader Nasdem itu sudah mengeluarkan SK mutasi untuk istri Moh Taufik (fraksi Nasdem), Ruslan (fraksi Nasdem), Taufik Burhan (Fraksi PKB), adik dari Abd Rasyid (Fraksi PKS), anak dari Abu Bakar Aljufri (Fraksi Golkar), Bahtiar (Fraksi Golkar) dan masih banyak lagi Anggota keluarga baik dekat maupun jauh.

Saat ditemui di ruangan komisi III, Politikus asal Banawa tengah ini menyayangkan perlakuan Bupati Donggala Kasman Lassa yang menurutnya sangat tidak berprikemanusiaan.

Menurut Erlan sapaan akrabnya mengatakan bahwa masalah seperti ini jangan bawa-bawa keluarga. jika ingin menyerang DPRD, serang lembaganya jangan keluarganya.

” Jangan masalah di laut di bawa ke gunung, ” Tegasnya, Selasa (29/06/21)

Kalau melihat regulasi yang ada, lanjut Erlan bahwa ada beberapa kriteria orang itu dapat di mutasi. Jangan asal-asalan. Baca itu regulasi yang ada.

” Yang saya pahami ada 3 faktor ASN dapat dimutasi yakni kewenangan, kemudian substansi alasan pemindahan apa, ada proses sebelum memutasi ada penilaian kinerja, ” Bebernya

Sebelumnya istri dari Erlan mengajar di SMP negeri 1 BANAWA TENGAH setelah kekisruhan mendapatkan SK Mutasi ke SMP Negeri 2 PINEMBANI.

Sementara itu Sekda Donggala, Rustam Efendi yang dikonfirmasi Kamis 26 Juni 2021,Red. menjelaskan mutasi pegawai harus melalui prosedur, tetapi kalau dikaitkan dengan persoalan politik atau kisruh di DPRD, mantan kepala Bappeda Donggala tidak mau berkomentar jauh.

“ Saya tidak mau bicara kisruh TTG, tetapi kalau ditanya ukuran mutasi apa, ya harus dibahas di tingkat penilaian kinerja dan saya ketuanya sebagai sekda dan anggota Asisten 3 dan BKPSDM, belum tau soal mutasi karena belum ada proses untuk itu,” katanya.

Dalam manajemen ASN ada namanya kewenangan, kemudian substansi alasan pemindahan apa, ada proses sebelum memutasi ada penilaian kinerja, saya bisa terangkan kalau saya melihat prosesnya,” sebutnya lagi.

Ditambahkannya ia tidak ketahui proses mutasi itu. Kalau ada informasi di luar itu yang saya katakan secara resmi belum dapat informasi kaitan itu, maksudnya BKPSDM belum melaporkan.

“ Ukuran diketahuinya ketika saya melihat SK mutasi secara fisik, ini belum ada saya lihat,” sebutnya. (TIM)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.