Dari Donggala untuk Dunia

Lurah Gunung Bale : Mengembalikan anak Putus Sekolah Dalam Gerakan Kembali Bersekolah

0 164

Suaradonggala.id,BANAWA — Pemerintah Daerah melalui kelurahan Gunung Bale mengadakan kegiatan dalam rangka membahas hasil fgd door to door anak tidak sekolah (Ats) yang bekerja sama dengan Pemda, Unicef Indonesia dan Yayasan Karampuang,  Rabu (21/10/20) kemarin.

Kegiatan yang di hadiri oleh kepala Dinas Pendidikan Donggala Kasmudin, kepala bidang PMD Fauziah, perwakilan dari Unicef Indonesia, Yayasan Karampuang, para kepala sekolah baik dari sekolah dasar maupun sekolah kejuruan, para tokoh pemuda serta orangtua dari anak yang putus sekolah.

Lurah Gunung Bale Kalsum dalam kesempatannya membuka sekaligus memberikan arahan dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa selama kami demgan tim turun untuk mendata dalam hal anak yang putus sekolah.

” Kerjasama antara pemerintah baik itu dari yayasan Karampuang, unicef dan masyarakat. Pendataan tersebut dari kegiatan yang kami lakukan sebelumnya yakni Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (sipbm) dimana mendata warga yang belum mempunyai kartu keluarga, akta kelahiran serta mendata anak dari warga yang putus sekolah,” Ujar Kalsum

Lanjut ia mengatakan bahwa total anak yang putus sekolah yang berada di kelurahan gunung bale yakni 39 orang, adapun yang ingin kembali bersekolah yakni 20 orang sisanya itu masih dalam terikat pekerjaan seperti yang masih melaut dan ikut menjadi buruh di luar daerah.

Bangun komunikasi lewat penyambung pkh untuk mengawasi anak yang betul sekolah dan di biayai oleh pemda. Karna ada kasus kemarin yakni ada anak dibiayai oleh pemda melalui pkh itu berkeliaran pada saat jam sekolah

“Jangan nnti Pemda atau kelurahan yang di salahkan oleh masyarakat baik itu mengontrol ataupun mendata kembali yang betul-betul ingin bersekolah dan ini adalah upaya kami dari pemerintah khususnya kelurahan Gunung bale menginginkan anak-anak mendapatkan ijazah sampai sekolah menengah atas,” jelasnya

Sementara itu kadis pendidikan mengatakan bahwa kegiatan yang dilakasakan oleh kelurahan Gunung bale, Unicef Indonesia dan Yayasan Karampuang sangat tepat dikarenakan sekarang itu pendidikan sangat diperlukan salah satu contoh yakni jika ingin menjadi kepala tukang itu dilihat dari latar belakang pendidikan, ijazah dan sertifikat tukang harus di sertakan jika ingin menjadi kepala tukang. insha Allah seluruh desa dan kelurahan di kabupaten donggala akan menyusul dan tidak ada lagi anak-anak tanpa pendidikan.

“Dinas pendidikan sudah menyiapkan paket A itu di sekolah dasar, paket B itu di Sekolah menengah pertama serta paket C di sekolah menengah atas bagi anak-anak yang ingin mendapatkan ijazah,” tutupnya (AKB)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.