Dari Donggala untuk Dunia

Marianus Buruh PT LTT, Pertanyakan UU Covid19 Ke Disnakertrans Donggala

Sub : Pemutusan kerja sepihak oleh PT. LTT

0 915

Suaradonggala.id,BANAWA — Pemutusan kerja yang dilakukan oleh PT. Lestari Tani Teladan (LTT) pada seorang buruh menuai tanda tanya. Pasalnya pihak manajemen memakai peraturan sendiri tanpa diketahui oleh buruh dan dinas ketenagakerjaan kabupaten Donggala.

Marianus seorang buruh Perusahaan Sawit PT. Lestari Tani Teladan (LTT) menduga manajemen membuat undang-undang sendiri tidak memakai undang-undang ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003.

“Memang benar saya tidak masuk selama 2 hari di karenakan anak sakit, saya bawa anak ke rumah neneknya dengan jarak tempuh 20 menit. Pada saat itu saya tidak memberitahukan pihak manajemen karna undang-undang covid yang dikeluarkan itu berbunyi jika sehari tidak masuk akan kena sangki surat peringatan (SP) 3 dan 2 hari tidak masuk langsung PHK,” jelas Marianus, Rabu (17/03/21)

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Moh Arif menegaskan akan mengawal kasus PHK ini sampai tuntas.

“Ada mekanisme yang mengatur, kami terima laporan dulu, panggil pihak perusahaan kita arahkan musyawarah internal, kalau keduanya ngotot atau tidak, baru menempuh proses hukum, kami nakertrans siap membantu persoalan ini sampai selesai,” kata Kabid Penempatan Tenaga Kerja

Lanjut Arif mengatakan bahwa Disnakertrans  belum mengetahui adanya undang-undang covid di perusahaan.

“Kami masih mengacu pada undang-undang ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003,” tegasnya

Terpisah bagian HRGA PT LTT Sudarman yang dikonfirmasi membenarkan bahwa Marianus telah di PHK. (AKB)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.