Dari Donggala untuk Dunia

Nina : Stop Bullying, Ini Fakta Dan Nyata Keadaan Kota Donggala

Sub : Video Viral " Donggala kota Wisata, Banyak Sampahnya "

0 3.994

suaradonggala.id,BANAWA — Pembuat konten di sebuah aplikasi, Nina. Menjadi mendadak viral. Pasalnya, konten yang berisi kenyataan dan realita pada lingkungan daerah kota Donggala yang menggambarkan banyaknya sampah berserakan, berkeliarannya hewan ternak hingga tidak adanya penerangan jalan umum.

Nina saat ditemui di kediamannya mengatakan bahwa dirinya membuat konten tersebut memang membuat sadar baik itu pemerintah daerah maupun masyarakat.

Menurut Nina, disini pemerintah daerah misalnya yang notabenenya pihak berwenang untuk mencari alternatif bagi mobil pengangkut sampah, penertiban hewan ternak berkeliaran dan memberi kesadaran kepada masyarakat yang masih membuang sampah tidak pada tempatnya serta masyarakat yang mempunyai ternak harusnya mempunyai kandang terlebih dahulu sebelum memelihara hewan ternak.

” Idenya sehari.tapi, saya ulang selama tiga kali baru di upload di sosmed,” Ucap Mahasiswa Baru di salah satu universitas ternama di Sulteng, Minggu (11/07/21)

Sempat kaget karna viral, lanjut Nina. Saat banyak yang membagikan kontennya tersebut ke beranda Facebook terutama warga kota Donggala.

” Saya kaget, langsung banyak yang bagikan dan banyak berkomentar positif. Tapi, ada juga yang komentar negatif. Mungkin dirinya bekerja di pemerintahan,” Ungkapnya

Hingga hari ini banyak masuk komentar yang ingin memojokkan atau yang lebih dikenal bullying kepadanya.tapi, Nina pun memandangnya sebagai ocehan biasa saja dan  dirinya tidak takut jika ada panggilan bertemu Bupati ataupun dinas terkait.

” Orang yang membully paling orang terdekat di pemerintahan, mungkin mereka tidak melihat kenyataan di lapangan dan buat teman sebaya saya. Mari kita mengkritik dengan cara seperti ini serta jangan main bully, ” Tegasnya

Disinggung ada oknum humas protokol pemda Donggala yang mengirim pesan agar videonya di hapus, dirinya menjawab ia benar dan hingga hari ini juga banyak masuk pesan yang menginginkan video tersebut dihapus. Sebagian besar itu dari pemerintahan yang mengirimkan pesan.

Sementara itu di Kabag Humas protokol pemda, Fauziah saat di hubungi melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menyuruh orang untuk mengirimkan pesan kepada Nina, untuk menghapus video tersebut.

” Tiada saya menyuruh orang, Namaku juga tidak disebutkan.tapi, hanya jabatanku,” Jelasnya. (TIM)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.