Dari Donggala untuk Dunia

Oknum Akademisi Untad di Nilai Lecehkan Wartawan

0 515

Kecamatan Banawa– Seorang akademisi atau pakar ilmu dituntut agar mampu berbahasa dengan baik. Karena menggunakan bahasa yang baik mencerminkan pribadi akademisi atau pakartersebut. Apalagi menggunakan bahasa yang baik dan penuh kesantunan akan mencitrakan pribadi yang baik dan berbudi.

Namun berbeda dengan akademisi Universitas Tadulako (Untad) Palu bernama DR. Aminuddin Kasim. Aminuddin dengan nada sombong melontarkan ucapan tak terpuji kepada awak media di Donggala. Ucapan tersebut dinilai melecehkan profesi wartawan dan media.

Hal ini bermula saat ia di wawancarai oleh empat orang wartawan pada kegiatan Bawaslu Donggala terkait sosialisasi refleksi penegakan hukum pemilu tahun 2019 serta proyeksi Pilkada serentak tahun 2020 di gedung Oasis, Rabu (9/10/2019)

Merasa kesal dengan pertanyaan wartawan yang berulang-ulang, pria berkacamata ini dengan angkuh mengatakan alasan mengapa ia tak mau di wawancara oleh wartawan. Kasim menilai, kepakarannya rusak akibat pertanyaan wartawan.

“mengapa saya tidak mau diwawancara wartawan, rusak kepakaranku muncul di koran. Makanya nda mau saya. Itu (media) mercusuar, radar semua nanti saya konsepkan saya kirim. karena pernah berkali-kali rusak kepakaranku. Bayangkan kalau doktor ilmuku ahli pemilu, muncul namaku. Beberapa wartawan dia rusak kepakaran saya gara-gara tidak mengerti,” ujarnya dengan nada sinis.

Hal ini memicu reaksi dari awak media lain yang berada di tempat kegiatan. Secara beramai-ramai, para awak media melakukan konfirmasi ulang terkait ucapan Aminuddin Kasim yang dinilai merendahkan dan melecehkan wartawan itu.

Saat ditanya terkait maksud ucapannya yang mengatakan wartawan merusak kepakaran, Kasim menyebutkan, kepakarannya pernah dirusak oleh seorang wartawan Radar Sulteng bernama Yardin yang saat ini menjabat sebagai Pimpinan Redaksi harian Palu Expres.

“Iya pernah, Yardin. Iya yardin. Pemilu yang lalu,” katanya.

Kasim berkelit jika pada wawancara sebelumnya, dirinya menyebutkan yang dimaksud wartawan adalah “oknum” bukan wartawan secara keseluruhan. Padahal di dalam rekaman, Kasim tidak menyebutkan oknum. Justru Kasim malah menyebutkan dua nama media harian.

Kasim mempersilahkan awak media untuk menulis ucapannya tersebut. Karena menurut Kasim, hal itu akan membuat rating dirinya menjadi naik.

“Itu membuat saya viral. Nda apa-apa. Itu akan naik saya punya rating di bicarakan orang,” ucapnya sambil tertawa.

Sementara akedemisi Untad Dr Rasyid Thalib yang dimintai tanggapan via Wa 0852414444XX meneyesalkan tindakan dari sahabatnya sesama akdemisi, menurutnya akdemisi tak sepantasnya melecehkan profesi wartawan.

“Mestinya akedemisi tidak boleh melecehkan profesi wartawan,” tutup Abd rasyid Thalib yang juga tokoh masyarakat Donggala. (/jr)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.