Dari Donggala untuk Dunia

Pemda Donggala Fokus Pada Mitigasi dan Penanganan Bencana Terintegrasi

Wabup Donggala Moh Yasin menjelaskan kepada wartawan Mongabay Indonesia Minni Rifay terkait rencana aksi penanganan bencana di Kabupaten Donggala. Foto: J Rizal/suaradonggala.id

0 98

Kecamatan Banawa– Wakil Bupati Donggala Moh Yasin mengatakan mitigasi dan penanganan bencana terintegrasi akan menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan di kabupaten Donggala.

Hal itu disampaikan Yasin saat menerima wartawan Mongabay Indonesia Minni Rifay di ruang kerjanya, Rabu (6/11) sore.

Dikatakannya program itu untuk mengantisipasi ancaman megathrust (bencana gempa bumi maha dahsyat yang menimbulkan gelombang tinggi) yang berpotensi terjadi di selat Makassar.

Dalam pertemuan itu hadir pula perwakilan LSM Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulawesi Tengah Yayan Sugantina dan perwakilan LSM Ekonesia.

Yasin mengungkapkan pihaknya berencana melakukan relokasi bagi warga yang berada di wilayah zona merah atau berada di wilayah pesisir ke daerah yang lebih aman.

Namun menurut dia, relokasi itu bukan sekedar memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain. Namun bagaimana relokasi itu dapat menciptakan perekonomian masyarakat.

“Saat ini Pemerintah Kabupaten Donggala sudah menyiapkan lahan untuk relokasi. Tap kan bukan hanya soal itu. Bagaimana ekonominya juga menjadi perhatian kami,” ujarnya.

Namun kata dia secara pisikologis masih ada warga yang enggan untuk direlokasi. Hal ini ungkap Yasin menjadi pekerjaan Pemkab Donggala untuk menanganinya.

“Sampai sekarang mereka (warga) berat meninggalkan tempat tinggal mereka saat ini padahal itu rawan. Tentu ada pendekatan yang harus dilakukan,” paparnya.

Untuk penanganan kawasan pesisir wabup Yasin mengatakan Pemkab Donggala akan melakukan perbaikan pesisir pantai dengan menanam pohon produktif. Tanah-tanah warga yang ada di pesisir pantai akan ditanami pohon priduktif dan itu tetap menjadi milik warga.

“Ketika warga di relokasi, lahan yang ditinggalkan akan kita tanami pohon produktif yang menghasilkan seperti kelapa. Meski Pemkab Donggala yang menganggarkannya, pohon produktif itu tetap menjadi milik warga. Jadi warga itu selain direlokasi juga dibantu agar lahan yang ditinggalkan bisa berproduksi,” ujarnya.

Selain membahas soal relokasi, wabup Yasin juga membahas soal kesiapan mitigasi bencana. Menurutnya mitigasi menjadi penting untuk disampaikan kepada warga yang berada di daerah-daerah rawan bencana.

Pemkab Donggala kata Yasin akan membuat jalur evakuasi sehingga bila terjadi bencana warga sudah mengetahui kemana harus menyelamatkan diri. Selain itu akan di rancang standar bangunan yang aman dari bencana. (/J Rizal)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.