Dari Donggala untuk Dunia

Pencemaran Dan Penghinaan Terhadap Ketua Dprd Donggala Berujung Laporan Ke Polda Sulteng

0 2.329

DONGGALA,suaradonggala.id — Pencemaran dan penghinaan nama baik Terhadap ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Donggala berlanjut ke Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.

Bersama kuasa hukumnya ketua DPRD Donggala, Takwin melaporkan saudara Hi Kasim ke Polda Sulteng atas penghinaan dengan kata ‘Bodoh’ dan ‘Tolol’.

Fadly Anang kuasa hukum ketua DPRD mengatakan bahwa benar Kliennya melaporkan saudara Hi Kasim ke Polda Sulteng pada 18 Agustus 2021.

” Iya, kami memang melaporkannya ke Polda Sulteng dengan nomor laporan STTLP/134/VIII/2021/SPKT/POLDASULTENG,” Bebernnya, Kamis (16/09/21)

Ia menambahkan bahwa bentuk laporannya itu merupakan penghinaan sekaligus pencemaran nama baik kepada seorang pejabat negara atau ketua DPRD dengan mencerca kalimat ‘Bodoh’ dan ‘Tolol’.

Tentunya kata dia, hal ini bertentangan dengan aturan yang berlaku dan termuat pada pasal 310 321 KUHP.

” Ini juga termassud penghinaan penjabat sebagai simbol negara yang termaktub pada KUHP pasal 154 A, berdasarkan ketua DPRD merasa keberatan,” Jelasnya

Adapun para saksi telah memberikan keterangan pada pemeriksaan beberapa hari yang lalu yakni wakil ketua Angket Taufik M Burhan dan Hendra Ajudan ketua DPRD.

Sementara itu Ajudan Ketua DPRD, Hendra saat ditemui menjelaskan bahwa dirinya telah di ambil kesaksian pada peyidik Polda Sulteng Rabu (15/09).

” Saya memberikan keterangan sesuai dengan apa yang dilihat pada saat itu. Di situ bahwa benar saudara Hi Kasim mencerca ketua DPRD Donggala dengan kalimat’Bodoh’. Bahkan saya mempunyai video dan rekamannya,” ungkapnya

Terpisah, saat di hubungi melalui telepon seluler, wakil ketua Angket Taufik M Burhan mengatakan bahwa dirinya pun memberikan keterangan pada penyidik Polda Sulteng atas dasar penghinaan terhadap ketua DPRD.

” Pada saat itu (21/07/21) 13 orang mendatangi ruangan ketua DPRD, terus saya mendampingi ketua DPRD untuk mendengarkan aspirasi 13 orang tersebut dan ternyata mereka itu ingin menghentikan proses Hak Angket. Kemudian saudara Hi Kasim secara langsung mencerca ketua DPRD dengan kalimat ‘Bodoh’ dan ‘Tolol’,” Ucapnya

Diketahui Hi Kasim masuk dalam 5 orang penggugat DPRD Donggala melalui Citizen Law Suit (CLS) pada Pengadilan Negeri (PN) Donggala dan masih berproses. (TIM)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.