Dari Donggala untuk Dunia

Penertiban PKL Dinilai Tidak Adil

Penulis: Jose Rizal

0 249

Kecamatan Banawa– Salah seorang pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kompleks Masjid Raya Donggala Refly Marzuki menilai penertiban yang dilakukan oleh Lurah Boya, Kecamatan Banawa Reni Oktaria beberapa waktu lalu tidak adil dan terkesan pandang bulu.

Pasalnya kata Reffly ada PKL yang jualan di tempat tidak semestinya seperti di jembatan tidak ditertibkan.

“Kalau hanya alasan keindahan kota masa hanya kami yang di tertibkan sementara yang jualan di jembatan Guntur tidak ditertibkan. Ini jelas tidak adil,” keluh Reffly dihubungi Jumat (27/9/2019).

Reffly mengatakan selama ini mereka berjualan di depan Masjid Raya tidak meninggalkan sampah atau mengotori areal masjid.

Apalagi kata dia keberadaan PKL di kompleks masjid kebanggan warga kota Donggala tersebut sudah mendapat izin dari ketua Yayasan Masjid Raya.

“Kami sudah diizinkan kok jualan disana (masjid raya),” katanya.

Menurut Reffly ketua Yayasan Masjid Raya mengizinkan orang berjualan di depan masjid agar kompleks masjid bisa kembali ramai seperti dulu sebelum bencana gempa dan tsunami.

“Jadi para jamaah usai sholat magrib bisa makan sambil menunggu sholat isya. Begitu maunya Ketua Yayasan Masjid Raya Donggala,” ucapnya.

Hewan ternak kerap berkeliaran di Kelurahan Boya. Hewan ini luput dari penertiban pihak Kelurahan foto (ist)

Reffly mengaku mengapresiasi kebijakan Lurah Boya namun ia juga mengkritik yang menurutnya lurah perempuan itu belum maksimal melaksanakan tugas.

Sejauh ini Lurah Boya kata Reffly tidak mampu mengurus sampah dan menertibkan hewan ternak yang kerap berkeliaran di kelurahan tersebut.

“Masih banyak hewan ternak berkeliaran di kelurahan Boya, juga soal sampah. Bagaimana mau mewujudkan keindahan kota sampah dan hewan ternak saja tidak mampu dia tertibkan,” sindir Reffly.

Sebelumnya, Rabu 25 September 2019 Lurah Boya Reni Oktara bersama satuan Polisi Pamong Praja melaksanakan penertiban PKL yang berjualan di kompleks Masjid Raya Donggala.

Penertiban itu sebagai upaya kelurahan Boya untuk menata keindahan kota Donggala dalam menjaga raihan piala Adipura.

Menurut Reni Penertiban tersebut merupakan kerjasama Kelurahan Boya dan Dinas Perdagangan dan Koperasi (Perindakop) Kabupaten Donggala.

Kata dia Para PKL yang berjualan di area Masjid Raya akan direlokasi ke Taman Kota dan mendapatkan fasilitas dari Dinas Perindakop.

“Hari ini kita pendekatan presuasif ke PKL. Membangun komunikasi agar tidak berjualan di areal Masjid Raya. Mereka akan kita relokasi dan mendapat fasilitas untuk berjualan,” kata Reni saat penertiban. (/jr)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.