Dari Donggala untuk Dunia

Pengadaan Alat TTG 19 Desa Di Bansel Bermasalah

0 1.384

BANAWA,suaradonggala.id — Panitia angket kembali mendengarkan keterangan dari salah satu pendamping desa Kecamatan Banawa Selatan yaitu Ibu Kasmawati.

Dimana dari 19 Desa di Banawa selatan terungkap bahwa 19 Desa yang menganggarkan Teknologi Tepat Guna (TTG) tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Dengan demikian rincian 4 Desa yang menganggarkan TTG nanti di Perubahan APBDesa 2020 dan 8 Desa menganggarkan TTG setelah asistensi di Inspektorat dan di keuangan atau tanpa musdes perubahan.

Sedangkan yang 7 Desa sama sekali tidak ada dalam APBDesa Murni maupun APBDesa Perubahan tapi tetap membelanjakan TTG.

Atas pernyataan ibu Kasmawati tersebut, salah seorang panitia angket Subhi mempertanyakan hal tersebut.

“Apakah ibu sebagai pendamping desa sudah menyarankan kepada para kades untuk patuh dan taat pada peraturan kementrian terkait prioritas DD tahun 2020,” Tanya Politisi Golkar, Selasa (03/08/21)

Ibu Kasmawati memberi jawaban “iya pak kami sudh sampaikan tapi ternyata para kades mengatakan bahwa jika tidak kami masukan anggaran dan belanjakan TTG maka DD tidak akan dicairkan,” Jawabnya

Lebih lanjut dalam pemberian keterangan, Kasmawati sebagai pendamping desa sudah berupaya maksimal untuk mendampingi dan mengawasi namun karena para kades tersebut tetap mengikuti arahan dari Inspektorat, PMD hingga keuangan maka para kades harus memasukkan TTG meski tanpa prosedur lagi.

Kasmawati lanjut menyampaikan bahwa akibat masuknya anggaran dan pembelanjaan TTG menyebabkan prioritas anggaran Penanganan covid khususnya untuk Program BLT, Padat Karya Tunai dan lain-lain.

” Untuk anggaran tidak mencukupi lagi bahkan ada program yang sudah direncanakan terpaksa hilang.” Tutupnya (TIM)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.