Dari Donggala untuk Dunia

Pilkades Panggalasiang di Gelar Dua Kali, Begini Faktanya

Laporan: J Rizal

0 959

SOJOL, suaradonggala.id—Dari 81 desa di Kabupaten Donggala yang melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak, ada satu desa yakni Panggalasiang Kecamatan Sojol dua kali melaksanakan Pilkades. Ada hal unik selama prosesi dua kali Pilkades di Panggalasiang yang digelar, Sabtu 7 Desember 2019 dan Sabtu 14 Desember 2019.

Berikut enam fakta tentang dua kali Pilkades tersebut.

1.P2KD Dua Kali Menggelar Pleno

Selama tahapan Pilkades, Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) desa Panggalasiang tercatat dua kali melaksanakan Pleno penetapan bakal calon (Balon) kepala desa. Pleno pertama menetapkan 4 Balon berdasarkan hasil evaluasi P2KD Kabupaten. Pleno ke dua menetapkan 5 Balon berdasarkan pengumuman hasil assasmen dari P2KD Kabupaten.

2.Tiga Balon Menolak Cabut Nomor Urut

Pada tahapan pencabutan momor urut, tiga Balon Kades Panggalasiang menolak melakukan pencabutan nomor urut tanpa alasan yang jelas. Tiga Balon itu dinyatakan gugur dan tidak bisa mengikuti tahapan selanjutnya, dimuat dalam berita acara dan diserahkan kepada Bupati Donggala, Kabag Hukum dan Kadis PMD Donggala. Dua Balon Kades yang bersedia mencabut nomor urut yakni Asdir, SE dan Djamaluddin. Pencabutan nomor urut tersebut disaksikan Camat Sojol dan Kapolsek Sojol.

3.Ketua P2KD Panggalasiang Diberhentikan BPD

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Panggalasiang melaksanakan musyawarah memberhentikan ketua P2KD Panggalasian Ir. Aslam Sulaiman melalui Surat Keputusan (SK) nomor 06/BPD/PS/XII yang ditandatangani wakil ketua dan sekretaris BPD Panggalasiang Malik, SH dan Moh Rifun. Pemberhentian tersebut dengan alasan ketua P2KD tidak menjalankan tugas dengan baik karena meninggalkan desa Panggalasiang satu hari jelang pelasanaan Pilkades.

Namun dikonfirmasi oleh suaradonggala.id, Ketua P2KD Panggalasiang Aslam Sulaiman beralasan pada Jumat tanggal 6 Desember ia melakukan koordinasi dengan P2KD Kabupaten. Dia meminta perpanjangan waktu pelaksanaan Pilkades Panggalasiang karena suarat suara belum tercetak, surat undangan belum beredar, TPS belum dibuat, dan KPPS belum terbentuk.

“Jadi waktu itu surat suara belum tercetak, makanya saya meminta perpanjangan waktu pemilihan,” katanya.

 

Pemenang Pilkades serentak di desa Panggalasiang atas nama Djamaluddin

 

Namun keesok harinya, Sabtu 7 Desember 2019 gelaran Pilkades tetap terlaksana dan dilaksanakan oleh KPPS dibantu oleh empat orang anggota BPD panggalasiang dihadiri Camat Sojol dan Kapolsek Sojol. Hasil pemungutan suara dimenangkan oleh Djamaluddin dengan perolehan suara 887 dari 1000 lebih pemilih yang memberikan hak suaranya. Untuk diketahui, pemilih dalam DPT sebanyak 2000-an lebih.

4. Terbit Surat Bupati Persetujuan Perpanjangan Waktu Pemilihan

Berdasarkan permintaan ketua P2KD Panggalasiang yang sudah diberhentikan oleh BPD, Bupati Donggala menerbitkan surat persetujuan perpanjangan waktu Pilkades Panggalasiang. Surat tertanggal 9 Desember 2019 dengan nomor 140/0609/DPMD yang ditanda tangani wakil bupati Donggala tersebut menyebut pelaksanaan Pilkades Panggalasiang tanggal 14 Desember 2019.

Namun surat tersebut dipertanyakan oleh anggota BPD Panggalasiang, karena surat itu diterbitkan dua hari setelah Pilkades Panggalasiang dilaksanakan.

“Artinya Pilkades Panggalasiang sudah terlaksana sesuai tahapan dan berjalan dengan aman dan lancar. Lalu apa dasarnya ada Pilkades lagi tanggal 14 Desember 2019,” beber wakil ketua BPD Panggalasiang, Malik.

5. Kabag Hukum Minta P2KD Panggalasiang Berpatokan Pada Pleno Pertama

Berdasarkan bukti video, Kabag Hukum Donggala DB Lubis di duga meminta P2KD Panggalasiang untuk menggunakan hasil rapat Pleno pertama, dimana hasil Pleno tersebut hanya menetapkan 4 Balon Kades berdasarkan hasil evaluasi P2KD Kabupaten. Padahal sudah disetujuai pada pertemuan di kantor Inspektorat, desa yang memiliki Balon lebih dari 5 menggunakan hasil assamen tidak menggunakan hasil pleno pertama. DB Lubis dalam video tersebut mengaku tidak akan membantu P2KD Panggalasiang bila timbul masalah hukum dikemudian hari kalau P2KD tidak mengikuti sarannya.

6. 200 Personil Polres Donggala Diturunkan Untuk Mengamankan

Pada Pilkades kedua yang dilaksanakan Sabtu 14 Desember 2019 Kapolres Donggala menurunkan 200 pasukan pengamanan. Dibantu oleh TNI dan pasukan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) proses Pilkades kedua itu berjalan lancar. Namun dalam Pilkades kedua ini Balon Kades Asdir dan Djamaluddin sudah tidak diikutsertakan.
Pilkades kedua tersebut dilaksanakan oleh Aslam Sulaiman yang nota bene telah diberhentikan oleh BPD. Aslam dibantu oleh aparat desa Panggalasiang. Perolehan suara dimenangkan oleh Bahar dengan perolehan suara sebanyak 324 suara. Pemenang kedua Rahmawati dengan perolehan 212 suara, ketiga Hasanuddin dengan perolehan 198 suara, dan ke empat Rahmat dengan perolehan 116 suara.

“Bila kita bandingkan dengan Pilkades pertama, partisipasi pemilih pada Pilkades kedua ini sangat rendah, hanya sekitar 30 persen. Dari 2000-an lebih DPT yang memilih hanya 850 orang. Pilkades kedua ini ilegal. Kami menolak hasilnya. Kami akan membawa masalah ini ke DPRD Donggala,” ungkap Malik. (*)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.