Dari Donggala untuk Dunia

PMI Donggala di Minta Bekerja Lebih Cepat

0 117

BANAWA, suaradonggala.id– Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) pusat Letjen (Purn) Sumarsono meminta PMI Kabupaten Donggala bekerja lebih cepat lagi dalam menindaklanjuti sejumlah kegiatan yang telah menunggu untuk diselesaikan.

“Pengurus PMI Donggala harus tancap gas laksanakan kegiatan. Jangan waktu habis hanya untuk acara seremonial,” katanya di sela rapat terbatas di Donggala, Sabtu (14/3/2020)

Kepengurusan PMI yang seluruhnya wajah baru juga melakukan sinkronisasi data dan kegiatan yang belum dilaksanakan atau diselesaikan oleh pengurus PMI Donggala yang lama.

PMI yang terdiri dari Pengurus, Staf dan Relawan diharapkan sudah mampu bekerja dengan penuh semangat dan kekompakan yang tinggi, mengingat waktu pemulihan bencana alam 18 September 2018 tersisa sampai Februari 2021. Sementara waktu kerja untuk 2020 tersisa 9 bulan lagi.

Ia juga mengingatkan agar kepengurusan PMI Donggala yang berasal dari berbagai latar belakang itu dapat bekerja secara fokus, yang semata-mata untuk kemanusiaan. Sejumlah kasus di Indonesia disampaikannya sebagai contoh yang hanya membuat kinerja PMI terhambat.

“PMI itu membantu pemerintah dalam urusan kemanusiaan. Bukan mengambil alih tugas pemerintah,” jelasnya.

Terkait dengan kegiatan teknis yang harus diselesaikan dalam waktu dekat ini, yaitu: Pembangunan Kantor PMI Kabupaten Donggala, dimana urusan tanah atau lokasi harus sudah tuntas yang dibuktikan dengan surat hibah tanah dari Pemkab Donggala.

Kemudian aset PMI Donggala seperti kendaraan ambulance dan truk tangki air harus dioperasikan agar tidak rusak dan berkarat karena lama tidak difungsikan.

Berikutnya penentuan tiga desa binaan PMI atau model harus sudah ditetapkan dalam waktu dekat ini. Pihak PMI Sulteng / Pusat memberikan delapan nama desa, yaitu: Kola Kola, Salubomba, Lero Tatari, Sipeso, Lende, Sispi, Tompe dan Wombo. Namun ke-8 tersebut masih perlu dilakukan asesment dan mendalaman kelayakannya. Karena bisa saja tiga desa yang ditetapkan diluar dari desa-desa tersebut.

Hal yang tak kalah penting, yaitu: Bantuan Non Tunai (BNT). Terkait BNT ini, diharapkan PMI Donggala yang baru ini, agar aktif berkoordinasi untuk mendalami dan menguasai persoalannya sehingga dapat terlaksana dengan baik.

Dari beberapa persoalan diatas, dijelaskan oleh Asep (Pengurus PMI Pusat) bahwa terdapat kegiatan yang sudah menunggu untuk dilaksanakan, jika pengurus PMI Donggala sudah siap bekerja.

Yaitu, Program terkait Shelter (Hunian), Livelihoods (Bantuan Latihan Keterampilan), Health (Kesehatan), Wash (Air dan Sanitasi), PDM (Monitoring Pasca dan Akuntabilitas), OD (Pengembangan Kapasitas) termasuk Desa Binaan PMI.

Menanggapi sejumlah tantangan kerja tersebut, Pengurus PMI Donggala, Namrud Mado mengaku siap untuk bekerja melaksanakan kegiatan kemanusiaan itu, terutama yang berkaitan dengan pasca bencana.

Untuk diketahui Sumarsono meninjau lokasi yang akan dibangun Kantor PMI Donggala di Kelurahan Gunung Bale Kecamatan Banawa, tepatnya di belakang Kantor DPRD Kabupaten Donggala.

Penulis: Mohammad Akib
Editor: J Rizal

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.