Dari Donggala untuk Dunia

Protes Pernyataan Anleg PAN, Ini Peryataan Warga labuan

0 801

BANAWA,suaradonggala.id — Sekelompok warga Desa Labuan Kecamatan Labuan tidak menerima dan memprotes pernyataan Anleg PAN Nurjanah di media ini edisi 4 agustus 2021 yang mengatasnamakan bahwa Angket adalah aspirasi warga Labuan.

Yafet mengatakan bahwa masyarakat labuan tidak menerima pernyataan ibu Nurjanah, yang ia katakan di media ini hak angket itu lahir dari masyarakat atau dapilnya di Labuan.

“seolah-olahhak angket itu lahir dari keinginan masyarakat labuan, tidak ada masyarakat labuan yang menginginkan hak angket, itu murni keinginan dan kepentingan ibu Nurjanah saja, jangan bawa-bawa nama masyarakat labuan untuk hak angket,” Jelasnya, Rabu (11/08/21)

Ia melanjutkan bahwa jangan menjual masyarakat labuan demi kepentingan politik, saat ini kepala desa  labuan lumbubaka, anggota BPD labuan kunggguma, sekdes labuan Lelea, Kadus labuan induk, karang taruna  bersama masyarakat telah menandatangani pernytaan sikap penolakan atas komentar anggota DPRD PAN Nurjanah.

“mohon berimbang beritanya le, pernyatan nurjanah di media metrosulawesi terkait hak angket itu pribadi ibu Nurjanah sebagai anggota DPRD, jangan bawa nama masyarakat labuan, kami sudah membuat pernytaan penolakan terhadap pernyataan nurjanah ”tutupnya.

Diberitakan sebelumnya Ketua DPD PAN (partai amanat Nasional) Nurjanah menerima surat “cinta” pengusulan PAW (pemberhentian antar waktu).

Surat pengusulan permintaan PAW itu dibuat oleh bupati KL (kasman lassa) yang ditujukan kepada ketua DPW PAN Rusli Dg palabi.

“saya katakan ke pak ketua DPW, kalau bapak mendengar usulan ketua nasdem KL saya harus di PAW, saya tunggu surat PAW nya sekarang, saya tidak mau berhenti di proses Hak angket, kalau saya berhenti di proses hak angket saya tidak mau lagi pulang ke dapil labuan, karena Hak angket itu itu aspirasi masyarakat saya dapil saya, suuka tidak suka harus tampil, saya tidak mau mundur dari panitia angket, demi kemaslahatan rakyat”tegasnya

Politisi dua periode ini kemudian menyesalkan sikap ketua partai Nasdem Kl (kasman Lassa) membuat surat atas nama bupati,tapi membawa nama ketua partai Nasdem,

“saya bingung, kop bupati stempel bupati, tapi mengtasnakaman ketua partai nasdem, kenapa nasdem mau urus belanga kami di PAN, saya tersinggung, kok suratnya modelnya begitu?,” keluhnhya

Ditanya sikap ketua DPW terhadap surat KL, poliitsi labuan ini menjawab ketuanya hanya tersenyum saja, dan menyerahkan sepnuhnya ke kami.

“Saya kasi tau pak ketua ku, angket bukan kemauan saya atuaran jelas, saya hari ini mau dilkeluaraka saya ikhlas, pak ketua ku hanya tersenyum sambil mengatakan persoalan hak angket diserahkan sepenuhnya ke kami, karena pak ketua ku hanya mendengar info dari sebelah saja,”sebutnya

Tempat yang sama sekretarsi DPD PAN Rofandi menambahkan secara internal partai merasa berkeberatan dengan munculnnya surat itu, apalagi surat itu mengatasnakam pimpinan partai Nasdem

“partai apa pun tidak bisa mencampuri partai lain, sesuai UU 23, sangat jelas diatur  persolan PAW itu disuulakn oleh parpol yang bersangkutan, bukan dari parpol orang lain,” Tutupnya. (TIM)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.