Dari Donggala untuk Dunia

Puluhan Kades Mengaku Terpaksa Anggarkan TTG Karena Diancam

0 374

suaradonggala.id-Berdasarkan hasil wawancara yang tertuang dalam dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Tengah tahun 2022  kepada 80 Kepala Desa (Kades), terungkap 23  orang Kades mengaku terpaksa menganggarkan pembelian alat Teknologi Tepat Guna (TTG). Para Kades mengaku diancam.

Ancaman itu Alokasi Dana Desa dan Dana Desa (ADD/DD) tidak akan dicairkan bagi setiap desa yang menolak pembelian alat tersebut. Namun direktur CV Mardiana Mandiri Pratama, Mardiana, selaku kontraktor penyedia alat TTG  membantah pernyataan para Kades telah diancam.

Untuk diketahui, kasus ini bermula awal tahun 2020, dimana sebanyak 80 Kades diundang untuk mengikuti sosialisasi tentang program TTG. Anehnya sosialisasi itu dilaksanakan oleh Mardiana, selaku direktur CV. Mardiana Mandiri Pratama.

Dałam pertemuan tersebut Mardiana bersama mantan Camat Labuan Hasanudin (Alm)  menyampaikan bahwa pengadaan alat TTG sangat penting dan berguna bagi masyarakat desa karena merupakan program dari Pemerintah Kabupaten Donggala.

Sehingga, para Kades sudah seharusnya mendukung program tersebut dengan menganggarkan pengadaan alat TFG pada APBDes TA 2020. Pada saat sosialiasi penyedia (Mardiana) menyodorkan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) senilai Rp 75.000.000,00 dan surat pemyataan kesanggupan membayarkan pengadaan alat TTG.

Pada saat sosialisasi itu, sebanyak tiga belas Kades langsung menandatangani Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) namun enam puluh tujuh Kades belum bersedia menandatangani dikarenakan keberatan atas total harga yang mahal.

Kasus ini sudah dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kejaksaan Tinggi Negeri (Kajari) Sulawesi Tengah, dan Polisi Daerah Sulawesi Tengah. Puluhan Kades telah diperiksa. Namun hingga kini belum menemui titik terang.

 

Plt. Inspektur Kabupaten Donggala Fasilitasi CV Mardiana

Karena masih banyak Kades belum bersedia membayar alat TTG, direktur CV Mardiana Mandiri Pratama sebagai kontraktor penyedia alat TTG meminta bantuan Bupati Donggala, Kasman Lassa. Hal itu agar para Kades mau membayar pengadaan alat TTG.

Mardiana bersurat kepada Bupati Kasman tanggal 29 April 2020 perihal meminta bantuan kepada Bupati agar para Kades yang telah menandatangani Surat Perjanjian Kerjasama segera melakukan pembayaran alat TTG. Merespon surat tersebut, Bupati memberikan disposisi kepada Inspektorat agar melakukan penelaahan ketentuan berlaku dan menindaklanjutinya.

Berdasarkan disposisi Bupati, DB Lubis selaku Plt. Inspektur, mengeluarkan surat No. 700/128/.i/Itkab/V/2020 tanggal 4 Mei 2020 perihal undangan klarifikasi kepada Kades agar memberikan klarifikasi terkait belum dilakukannya pembayaran alat TTG kepada CV. MMP Dalam isi surat tersebut juga dicantumkan bahwa surat undangan klarifikasi merupakan panggilan pertamn dan tcrakhir sebelum dilakukan proses penegakan hukum oleh Aparat Penegak Hukum (APH)

Menurut keterangan Plt. Inspektur kepada BPK RI, penekanan tersebut dilakukan karena pihak penyedia memang sudah berniat akan melaporkan para Kades yang sudah menandatangani perjanjian kerjasama namun belum membayar alat TTG kepada penyedia.

Namun dari keterangan 22 Kades, undangan klarifikasi itu awalnya bukan membahas soal pembelian alat TTG tapi pengambilan surat rekomendasi (dokumen kelengkapan pengajuan pencairan ADD/DD) tapi DB Lubis memanfaatkan kesempatan itu untuk mendesak para Kades membayar alat TTG.

Selain menyampaikan konsekuensi hukum yang akan diterima para Kades jika tidak segera melakukan pembayaran, DB Lubis juga menyampaikan bahwa bagi desa yang tidak menganggarkan TTG pada APBDes Perubahan TA 2020 maka Dana Desa tahap selanjutnya tidak akan dicairkan atau ditunda pencairannnya.

Namun lagi-lagi DB Lubis membantah telah mengancam para Kades. Dia berdalih hanya memfasilitasi pemilik CV Mardian dengan para Kades, karena sulit bertemu membahas program tersebut. (jr)

 

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.