Dari Donggala untuk Dunia

Ratna Dewi Pettalolo: Panwascam Harus Berani Melakukan Penindakan

Penulis: J Rizal

0 142

PALU. suaradonggala.id-– Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Ratna Dewi Pettalolo mengatakan pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) harus memiliki keberanian untuk melaksankan pencegahan dan penindakan pelanggaran Pemilu.

“Tidak cukup Panwascam memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Yang paling penting memiliki keberanian,” katanya, pada pelantikan Panwascam se- Kabupaten Donggala Minggu (22/12/2019)

Menurut Ratna, Panwascam akan berhadapan langsung dengan aktifitas baik tahapan kampanye, distribusi logistik, hingga puncak pelaksanaan Pemilu yakni pemungutan dan perhitungan suara.

“Panwascam-lah yang berhadapan langsung dengan kekuatan lokal, berhadapan langsung dengan tokoh-tokoh lokal, berhadapan langsung dengan aktor-aktor politik lokal. Saya kira, hanya orang-orang yang bermental baik dan punya keberanian yang bisa menghadapi situasi seperti itu,” ujarnya.

Ratna Dewi Pettalolo menegaskan, bila Panwascam tidak memiliki keberanian untuk melakukan pencegahan, pengawasan, dan penindakan, itu sama saja membiarkan pelanggaran terjadi, sehingga membuat kondisi tidak kondusif.

“Salah satu penyebab konflik horizontal dalam setiap Pemilu karena penyelenggara bekerja tidak profesional,” ujarnya.

Koordinator Devisi Penindakan Bawaslu RI ini menjelaskan ada empat hal yang harus dimiliki Panwascam, salah satunya kekuatan kelembagaan. Kuncinya kekuatan kelembagaan adalah solid. Sebab kalau tidak solid akan sangat muda dipengaruhi pihak berkepentingan dalam mengambil keputusan.

“Kalau solid kita akan kuat dalam melakukan pencegahan dan penindakan. Memang tidak bisa dipungkiri ada kedekatan anggota Panwascam dengan calon Gubernur atau tim yang dibentuk disetiap kecamatan. Baik karena pertemanan, persaudaraan, mapun kekerabatan. Biasanya, kedekatan semacam ini akan mempengaruhi kualitas kerja kita,” ungkapnya.

Ratna mengingatkan agar anggota Panwascam jangan hanya karena ada kedekatan dengan calon atau tim tertentu lalu merasa segan atau takut melakukan pencegahan, pengawasan, dan penindakan dengan alasan hubungan baik bisa rusak. Yang harus dilakukan oleh anggota Panwascam memaksimalkan pencegahan.

“Slogan kita cegah, awasi, tindak. Sudah dicegah, sudah diwasi tapi tetap terjadi pelanggaran maka harus dilakukan penindakan. Tidak boleh takut atau segan walaupun yang melakukan pelanggaran orang yang punya hubungan kekerabatan dengan kita,” ucap mantan ketua Bawaslu Sulteng itu.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Ratna Dewi Pettalolo mengingatkan ada dua hal yang harus difokuskan Panwascam dalam tahap Pilgub Sulteng, pertama mobilisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kedua penggunaan fasilitas negara.

Pada tahapan pencalonan sudah harus dilakukan pendeteksian secara dini, partai apa saja yang mengusung calon Gubernur dan wakil Gubernur. Ketika sudah mendapatkan catatan, harus dideteksi pula kepala daerah mana yang menjadi pemangku tertinggi di wilayah itu sebagai ketua partai pendukung. Apa ada hubungan langsung.

“Sehingga kita bisa melakukan upaya pencegahan, pengawasan, hingga penindakan,” demikian Ratna. (*)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.