Dari Donggala untuk Dunia

Reses di Lero, Taufik Burhan Ingatkan Data Jadup Harus Akurat

Laporan : Mohammad Akib

0 473

SINDUE, Suaradonggala.id –Anggota DPRD Kabupaten Donggala Taufik M. Burhan mengingatkan Pemerintah Desa Lero, Kecamatan Sindue agar mendata korban bencana penerima Jaminan Hidup (Jadup) dengan akurat.

“Tolong di data dengan akurat, jangan sampai tidak sesuai dengan peruntukannya. Kalau ada yang salah data, bapak Sekdes Lero akan berhadapan dengan saya,” kata Taufik saat menggelar Reses Selasa 10 Desember 2019.

Taufik mengatakan Jadup untuk korban bencana di Donggala sudah ada dari Kementrian Sosial. Dana jadup langsung di transfer ke rekening penerima melalui bank yang sudah ditunjuk untuk menyalurkan. Saat ini tambah Tafik Pemda Donggala melakukan pendataan.

Selain soal Jadup, mantan Camat Sindue Tombusabora ini juga meluruskan isu yang berhembus dari media sosial terkait kisruh Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang baru dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

Dia menuturkan DPRD Donggala tidak pernah berniat mencampuri terlalu jauh urusan Pilkades Donggala. Namun karena ada laporan masyarakat maka DPRD Donggala menyikapinya.

“Tidak ada yang salah, kami menerima laporan siapa saja baik perorangan, organisasi, ataupun kelompok yang berhubungan dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

“Selagi masyarakat itu dari kabupaten Donggala itu sudah menjadi tugas kami di DPRD melayani masyarakat sesuai dengan undang-undang no 23 tahun 2014 Fungsi dan tugas Anggota DPRD,” sambung dia.

Namun Taufik juga mengapresiasi kepada bupati Donggala Kasman Lassa terkait pelaksanaan Pilkades yang berjalan lancar, aman dan tanpa kendala apapun.

Dia mengajak semua elemen masyarakat yang telah melewati Pilkada, Pemilu ataupun Pilkades untuk membangun desa ataupun Kabupaten Donggala ini.

”Hilangkan perseteruan yang ada atau konflik antar sesama mari kembali ke persatuan Indonesia. Mari kita membangun dengan kebersamaan dan harus dengan perencanaan, tanpa perencanaan mustahil akan membangun,” ungkapnya.

Untuk diketahu dalam Reses tersebut warga desa Lero meminta agar akses jalan dari Sanggola tembusan ke desa Kumbasa bisa diperbaiki kerena jalan tersebut adalah akses ke kantong produksi.

Selain jalan, listrik yang masih kategori TR (Tegangan Rendah) juga menjadi keluhan masyarakat Lero.

“Insya Allah semua aspirasi warga saya akan kawal dan berkomunikasi kepada Pemda ataupun dinas terkait supaya ada kejelasan,” terangnya. (*)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.