Dari Donggala untuk Dunia

Saksi Mengaku di Larang Kasman Lassa Hadiri Sidang Angket

0 2.266

suaradonggala.id,BANAWA —Rasid, salah seorang saksi yang dimintai keterangan oleh Pansus Angket mengaku di larang oleh bupati Donggala, Kasman Lassa untuk menghadiri undangan Pansus.

” Sebelum saya menghadiri pansus Angket, saya melapor dulu ke Bupati sebagai pejabat pembina kepegawaian, saya di perintah untuk tidak menghadiri panggilan pansus angket,” katanya, Jumat (16/07/21)

Guru yang menjadi korban mutasi tersebut juga menjelaskan, jika dia menghadiri undangan Pansus makan istrinya yang juga seorang ASN akan di pindahkan ke kecamatan Pinembani.

” Cukuplah saya di mutasi, jangan lagi istri saya. Istri saya itu ada penyakit jantung,” ujar dia

Ia menambahkan bahwa dirinya tidak hadir bukan karena takut, tapi, ia meminta waktu untuk memberikan pemahaman kepada istrinya.

” Untuk panggilan kedua saya pastikan hadir,” terangnya.

Sebelumnya Pansus Angket DPRD Donggala menjadwalkan meminta keterangan 3 ASN Donggala Suparti, Tikuala dan Rasid. Dimana ketiganya menjadi korban mutasi yang di duga melanggar aturan.

Menurut keterangan salah seorang anggota Pansus Angket, Abu Bakar Aljufri mengaku sudah bertemu Rasid. Ia mendengar keterangan Rasid menerima ancaman dari Bupati Donggala.

” Sepulang sholat Jum’at, saya bertemu saudara Rasid. Beliau katakan bahwa dirinya tidak dapat hadir dalam sidang angket karna sebelumnya di panggil menghadap bupati Donggala. Jika begini kepemimpinan kepala daerah, bisa hancur daerah ini. Saudara Rasid mendapatkan tekanan, ” pungkasnya. (TIM)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.