Dari Donggala untuk Dunia

Saling Klaim, Hakim PN Donggala Tinjau Lokasi Sengketa

Laporan: J Rizal

0 436

BANAWA, suaradonggala.id— Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Donggala, Alanis, meninjau lahan yang menjadi sengketa antara penggugat H. Anwar Muttaher dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Gonenggati.

Lahan yang disengketakan tersebut yakni obyek wisata mangrove, Kelurahan Kabongan Besar, Kecamatan Banawa.

Di lokasi, hakim Alanis langsung meninjau letak dan batas-batas tanah yang dimaksud dalam gugatan. Beberapa pertanyaan pun ditanyakan ke para pihak.

Kepada awak media Alanis mengatakan, peninjauan lokasi hanya untuk mengetahui batas-batas obyek sengketa.

“Hanya melihat lokasi saja, bukan untuk memutuskan ini miliki siapa atau lahan siapa. Kami hanya crosscek obyek yang disengketakan,” katanya usai memeriksa batas-batas lahan yang disengketakan, Jumat 6 Desember 2019.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat yang juga saksi sejarah Latuli Laski yang ikut menyaksikan peninjaunan mengisahkan lahan mangrove yang disengketakan tersebut sudah ada sejak lama.

“Tujuh puluh tahun lalu mangrove disini (Kabonga Besar) sudah ada,” ujarnya.

Namun ia tidak menjelaskan siapa pemilik lahan tersebut.

Usai peninjauan lokasi perwakilan KTH Gonenggati Indra kepada suaradonggala.id membantah argumen penggugat mengenai batas-batas yang di persengketakan.

“Kan aneh, ada yang mengklaim laut dan mangrove sebagai miliknya. Apakah aturan di negara ini tidak berfungsi. Kami tidak akan pernah mundur,” sebut dia.

Untuk diketahui, H. Anwar Muttaher, menggugat KTH Mangrove Gonenggati ke PN Donggala. Mantan anggota DPRD Donggala ini mengklaim sebagai pemilik sah lokasi mangrove itu dengan bukti Akte Jual Beli (AJB). Namun pihak pengelola juga mengaku memiliki bukti atas lahan tersebut.

Sebelumnya pada sidang mediasi 8 September 2019, penggugat dan tergugat gagal mencapai titik temu. Dengan demikian, sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan pokok perkara.

“Kasus ini lanjut karena permintaan saya tidak disetujui oleh KTH Mangrove Gonenggati,” kata H. Anwar Muttaher di PN Donggala. (*)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.