Dari Donggala untuk Dunia

Sekda Bentuk Tim Terpadu Terkait Oknum Asn Setubuhi Anak Tiri

0 1.003

Suaradonggala.id,BANAWA – Sekretaris daerah Rustam efendi menegaskan akan menindaklanjuti laporan dugaan Assuisla yang dilakukan ASN di kecamatan Riopakava.

Penegasan ini disampaikan saat wartawan mencegatnya usai menerima warga dusun kulolo senin kemarin.

“baru saya dengar ini informasi, saya sesalkan kenapa pihak BKPSDM belum melaporkan ke saya, mari kita keruangan saja,”kata Sekda

Sekda Rustam efendi kemudian menghubungi sekdis Dikjar Mahmud, kepala bidang Sekolah dasar Asdin, kepala Dinas pemberdaayan perempuan Arita, untuk membahas pebutaan biadab mantan kepala sekolah SDN nomor 6 Ngovi kecamatan riopakava.

“saya baru dengar ini informasi dari komiu (wartawan) sebagai pimpinan ASN di daerah mengutuk tindakan bejat kepala sekolah itu, saya sudah hubungi seluruh anggoota saya menindak lanjuti persoalan ini, tidak boleh dibiarkan, perbuatan ini harus ditindaki sudah merusak citra ASN,”sebutnya.

Olehnya dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tim terpadu unutk menginvestigasi aduan Asusila ini, dan jika terbukti sanksi tegas akan dihadapi oknum ASN itu.

“laporannya kan masih sepihak (dari istrinya), kalau sudah dilaporkan di polisi tidak apa juga, proses pidana tetap jalan, sebagai pimpinan ASN didaearh proses juga kami lakukan, jika nantinya tim Terpadu berhasil mengumpulkan bukti pasti ada sanksi sessuai PP 53 tahun 2010 tentang disiplin ASN, nanti dilihat pasal yang dikenakan beradasrakan hasil pemeriksaan, paling berat itu pemecatan dari status ASN,”tutupnya.

Diberitakan sebelumnya Mantan Salah satu kepala  sekolah di Rio Pakava inisial RA diduga melakukan tindakan tidak terpuji dengan memperkosa anak tirinya.

Ternyata perbuatan keji ini juga diduga dilakukan kepada orang lain (guru honor).

Tindakan bejat Kepsek yang telah berpindah ke kantor kecamatan Riopakava ini telah dilaporkan istrinya ke kantor BKPSDM, Perlindungan anak, hingga Polres Donggala.

“benar kejadiannya itu, anak saya di perkosa sudah berkali-kali (4 tahun, sejak umur 13 tahun), Cuma saya baru laporkan tadi (senin) ke BKPSDM, perlindungan anak, dan Polres Donggala”kata lin, ibu korban senin kemarin.

“bukan Cuma anak saya yang dia perkosa, dua guru honornya pun dia preteli dengan meremas daerah terlarang”sebutnya lagi.

Ibu lin mencritakan, walapun anaknya tidak berbadan dua, kelakukan bejat bapak tirinya itu merusak masa depan anaknya,

praktek asusiala dilakukaan sejak anaknya masih duduk di bangku SMP, dan baru ketahuan saat dibangku SMA

Dikatakannya lagi Bentuk kecurigian muncul ketika anaknya mulai murung dan menyendiri dan mengeluhkan ada rasa sakit dia area tertentunya,

Selain itu anak saya juga berpesan, jika nantinya pulang berbelanja motornya (mama) dimatikan saja kalau mau masuk kerumah.

“lama pak baru ketahuan, anak saya sering mengurung dalam kamar, saya tanya kenapa, dia bilang sakit, saya ajak ke dokter tidak mau, tapi waktu saya mau belanja saya dipesan anak ku, kalau pulang belanja motor dimatikan, nah dari pesan itu saya ikuti, saya matikan suara motor, dan hasilnya saya kaget dirumah anak saya sudah ditelanjangi bapak tirnya, saya langsung teriak, anak terus menangis karena takut, bapaknya mengaku ke saya baru satu kali melakukan hal itu, tetapi anak saya mengakui sudah dari SMP sampai SMA di hajar bapak tirinya, Cuma karena takut diancam bapaknya, anak saya diam, walaupun anak saya tidak hamil, tetapi merusak masa depannya, ” Ungkapnya (*)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.