Terima CSR, Towale Akan Dijadikan Pusat Tenun Donggala

Penulis: Mohammad Akib Editor : J Rizal

0 146

BANAWATENGAH, Suaradonggala.idAsosiasi Tenun Donggala bertemu Pemerinta desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah ,membahas Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesiab (BI), Sabtu (8/2/2020)

Pertemuan yang dihadiri tokoh masyarakat dan pengerajin tenun desa Towale itu juga membahas rencana dijadikannya desa Towale sebagai sentra tenun Donggala.

“Alangkah senangnya kami jika desa Towale di tunjuk sebagai sentra tenun,mungkin ke depan desa kami dapat menambah Penghasilan Asli Daerah (PAD) untuk Pemerintah Daerah (pemda) kabuapten Donggala,” ujar Kades Towale, Muhammad Subhan.

Namun lanjut Subhan agar Towale menjadi menjadi sentra tenun hal pertama yang harus diperhatikan adalah kebersihan desa.

“Lingkungan harus bersih,warga pun nantinya harus ramah terhadap wisatawan yang berkunjung ke desa,” tambahnya

Ketua Asosiasi tenun Donggala Imam Basuki mengatakan bahwa desa Towale ini memang tempatnya strategis dan pengrajin tenunnya kreatif.

Imam mengatakan pihaknya sudah bertemu BI membahas bantuan dalam bentuk CSR

“Nah,sudah ada yang ingin membantu kita tinggal kita lagi harus betul-betul memanfaatkan bantuan tersebut,”ujar Imam.

Imam menjelaskan pihaknya akan menjadikan desa Towale ini sebagai desa yang memproduksi tenun dan dijadikan desa percontohan home industri.

“Jangan ada lagi pengrajin tenun Donggala menjual hasil tenunnya ke kota. Mereka fokus saja menenun dan berkreasi ataupun berinovasi. Nanti pembeli yang datang ke Towale,” ucap dia.

Lanjut Imam sarung Donggala itu dibuat oleh warga Towale dan sekitarnya. Pekerjaan itu menjadi salah satu pekerjaan yang sudah turun temurun sehingga menjadi kearifan lokal desa tersebut.

Nantinya akan di buatkan tugu selamat datang di desa Towale ini dan papan nama di rumah-rumah pengrajin agar memudahkan para pencinta ataupun konsumen yang ingin membeli tenun.

Asosiasi Tenun Donggala siap kata Imam ikut membantu memasarkan hasil tenun keluar daerah bahkan sampai ke luar negeri.

Sementara itu Zulkifly Paggesa, pemerhati sejarah Donggala yang hadir dalam pertemuan itu memberikan motivasi – motivasi kepada pengrajin tenun.

Zulkifly mengatakan sudah memberikan masukan kepada ketua Asosiasi Tenun Donggala untuk membangun toko atau butik agar supaya hasil tenun mereka terpajang di toko tersebut.

“Kedepan asosiasi dan stakeholder bekerja sama dalam meningkatkan perekonomian rakyat di desa Towale,” harap Zulkfly.

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.