Dari Donggala untuk Dunia

Tim Kesehatan Perbatasan Donggala-Sulbar Hanya Gunakan APD Seadanya

0 237

KONDISI tim kesehatan kabupaten Donggala yang menjaga daerah perbatasan kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat (Sulbar) di desa Watatu sangat memprihatinkan.

Para petugas lapangan itu hanya memakai alat pelindung diri (APD) seadanya. Padahal mereka berhadapan langung dengan orang-orang yang memasuki wilayah perbatasan. Selain kekurangan APD tim pemeriksaan perbatasan juga kekurangan personil.

“Kami disini sangat minim APD juga kekurangan tim medis. Terpaksa biar tenaga administrasi, bagian konseling dan sopir yang ada di puskesmas kami bawa ke pos untuk menjadi tim medis,” kata Bidan Harni, salah seorang petugas pemeriksaan perbatasan, Kamis (8/4/2020).

Contohnya saja lanjut Harni, masker yang secara prosedur 3 jam sekali harus di ganti, terpaksa di pakai sampai pergantian jadwal dan kaos tangan plastik yang digunakan kalau tidak sobek besoknya di pakai lagi.

Harni menjelaskan setiap hari mereka bertugas dari jam 7 pagi sampai jam 2 siang, petugas berikutnya masuk dari jam 2 siang sampai jam 8 malam dan jam 8 malam sampai jam 4 shubuh.

“Jadi sehari itu ada 9 orang yang menjaga pos pemeriksaan kesehatan,” ujarnya

Padahal kata Harni, ditengah penyebaran coronavirus(covid-19) tim perbatasanlah yang menjadi ujung tombak dalam pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang baru tiba dari daerah atau wilayah lain.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi APD digunakan petugas di perbatasan. Jika hujan turun entah bagaimana sudah keadaannya Pos ini,” kata dia. (Akib)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.