Dari Donggala untuk Dunia

Usai di Demo, Wabup Yasin Temui Warga Loli Saluran

Penulis: Mohammad Akib

0 626

BANAWA, suaradonggala.id – Wakil Bupati Donggala Moh. Yasin melakukan kunjungan ke huntara Loli Saluran, Selasa (18/02/2020). Kunjungan itu berkaitan aksi unjuk rasa yang dilakukan warga Loli beberapa waktu lalu.

Selain Wabup Yasin hadir pula tiga pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diantaranya Muhammad Mursid Sanduan dari Dinas BPPD, Hj. Nisma perwakilan Dinas Sosial dan Ibu Hj. Happy Handayani Noor dari dinas perumahan, pemukiman, dan pertanahan Donggala.

Yasin dalam pertemuan bersama warga Loli Saluran mengatakan bukan hanya desa Loli Saluran yang menyuarakan aspirasinya kepada Pemda tapi juga warga Sirenja dan daerah lain terdampak bencana.

“Kami sudah berupaya melakukan sampai ke pusat mengenai data yang belum masuk dan bukan hanya Kabupaten Donggala yang datanya kacau, kabupaten lain pun juga seperti ini,” katanya.

Dikatakannya memang benar jadup dan santunan ini masih setengah terbayarkan akan tetapi Pemda Donggala masih berupaya mencari solusi bagaimana setengah dari jadup dan santunan bisa terbayarkan.

Yasin menuturkan secara psikoligis masalah bencana adalah tanggung jawab Pemda Donggala. Pemda tidak tutup mata dengan adanya bencana. Pemda Donggala hadir dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak bencana.

“Saya akan berusaha bersama dinas terkait mengenai jadup dan santunan yang belum terselesaikan hingga saat ini kalau perlu kami langsung ke pusat,” terang Yasin.

Sementara itu perwakilan BPBD Donggala Mursid menjelaskan pertengahan Maret 2020 dana bantuan akan segera dicairkan melalui rekening perorangan.

Dikatakannya pencairan dana bantuan bukan seperti tahap pertama melalui kelompok masyarakat (pokmas)

“Jadi untuk rusak berat 50jt, sedang 25jt, dan ringan 10jt dan untuk pencairan di dampingi oleh tim serta pencairannya itu sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB),” ujar Mursid.

Menurut Mursid khusus rumah rusak berat yang akan di bangun oleh dinas badan bencana itu ada 2 yakni Insitu (rumah yang dibangun di rumah yangg lama) dan Relokasi mandiri yakni dimana diatas lahan milik korban bencana aka di bangun rumah sesuai standar Rumah Tahan Gempa (RTG).

Kepala dinas Perkimtan, Happy Handayani Noor menjelaskan bahwa pembangunan relokasi itu 100 meter sampai 120 meter dari pesisir pantai ataupun yang sudah di tetapkan zona merah.

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.