Dari Donggala untuk Dunia

Wabup Yasin Hadiri Temu Wicara Bersama Petani Sirenja

0 86

SIRENJA-Wakil Bupati Donggala (Wabup) Moh Yasin, S.Sos menghadiri Gerakan Tanam Padi Sawah di desa Dampal, Kecamatan Sirenja, Kamis (8/8/2019)

Selain itu, Wabup Yasin juga menggelar temu wicara bersama pemuda tani di desa tersebut, membahas peningkatan produksi hasil pertanian padi sawah dengan upaya khusus (UPSUS).

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabuapten Donggala, Harri Soetjahyo, S.Pt sebagai pelaksana kegiatan hadir mendampingi Wabup Yasin.

Membacakan sambutan bupati Donggala, wabup Yasin mengatakan tahun 2019 Pemkab Donggala telah menetapkan target produksi padi dan kedelai sebesar 130.649 ton gabah kering giling.

Penanaman bibit padi sawah dimulakan oleh Wabup Yasin. Foto/Bang Jalu

 

Target tersebut kata Yasin tidak akan tercapai tanpa usaha, kerja keras, dan keterlibatan semua pihak terutama masyarakat petani sebagai pelaku utama dalam peningkatan produksi pertanian.

Lebih lanjut Yasin mengatakan, ada empat tujuan pelaksanaan UPSUS di Donggala, antara lain memantapkan koordinasi dan sinkronisasi kabupaten, kecamatan, dan desa.

Meningkatkan produksi padi untuk menunjang ketahanan pangan daerah dan nasional. Mendorong peningkatan penerapan teknologi sesuai anjuran di tingkat usaha tani, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Namun kendala dihadapi petani pada musim panen yakni soal pemasaran. Karena Donggala belum memiliki fasilitas yang memadai seperti gudang Bulog, sehingga petani masih menjual hasil panen ke sub Divre Bangkir dan Bulog Divre Palu,” ujarnya.

Wabup Yasin berdialog bersama pemuda tani desa Dampal. Foto/Bang Jalu

 

Demikian pula sebaliknya ungkap Yasin. Bila masa pemeliharaan tanaman (paceklik) harga beras cenderung naik. Kedepan Pemda Donggala akan mencari solusi dengan membuka kerjasama dengan Pemerintah Kota Balikpapan, Kaltim.

“Dengan kerjasama ini diharapkan membuka peluang dan kepastian pasar produksi pertanian terutama beras. Sehingga petani mendapatkan harga layak dikala musim panen maupun paceklik, agar tidak ada lagi petani menjual hasil panen dibawah harga standar pemerintah,” sebutnya.

Penulis: Jose Rizal

Editor: Jose Rizal

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.