Dari Donggala untuk Dunia

Yasin: Era Digital Pelayanan Masyarakat Harus Lebih Maksimal

0 15

BANAWA-Pemerintah Kabupaten Donggala diharapkan lebih prima dan maksimal dalam melakukan tugas pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan yang maksimal menjadi tuntutan masyarakat dewasa ini.

Wakil Bupati Donggala, Moh Yasin, S.Sos pada pembukaan sosialisasi Sistim Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Aula Inspektorat, Kamis, (4/7/2019) pagi menegaskan, tuntutan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pertanggung jawaban saat ini sudah begitu ketat.

Masyarakat sudah dapat menilai sebesar apa pelayanan pemerintah terhadap mereka. Dikatakannya bahwa tujuan pemerintahan dibentuk karena undang undang, dan tuntutannya adalah bahwa pemerintahan ini ada dan harus hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,
demi meningkatkan kesejahateraan dan melindungi masyarakat diwilayah Kabupaten Donggala .

“Tentu tugas tugas ini tidak ringan buat kita, karena ada 300.000 jiwa masyarakat Kabupaten Donggala yang harus diberikan pelayanan, perlindungan dan ini merupakan tugas berat buat kita,” ujarnya.

Wabup juga mengatakan bahwa pemerintah harus lebih cerdas dari pada rakyatnya. Kenapa?
Karena fenomena sekarang ini, rakyat lebih cerdas dan mengetahui tentang sistim informasi digital dari pemerintah.

Mantan ketua DPRD Donggala ini menyebutkan, saat ini Kabupaten Donggala termasuk dari 57 daerah yang belum terevaluasi pelaksanaan SPBE dari 616 Instansi Pusat, Polri, karena adanya bencana alam dan sambungan internet yang tidak bagus.

Untuk itu Yasin berharap semua pihak segera melakukan loncatan karena Donggala masih menggunakan sistim manual dan apa yang telah dilakukan oleh kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ini, adalah sebagai salah satu solusi untuk kedepan dalam sistim Informasi digital.

Terkait dengan pasca bencana gempa bumi dan tsunami 28 September 2018 lalu, Yasin mengajak seluruh Pejabat yang ada dilingkup pemerintahan Kabupaten Donggala, agar membantu dan mendampingi masyarakat yang terdampak bencana, dalam mendirikan lagi usaha-usaha kecil mereka misalnya : usaha pisang goreng dan nelayan yang kehilangan perahu atau peralatan nelayan lainnya.

“Karena masih ada sebagian besar masyarakat Kabupaten Donggala yang masih tinggal ditenda-tenda dan sebagian besar pula masih mengumpulkan pundi pundi untuk membuat lagi usaha. Kita harus menimbulkan empati kepada masyarakat, karena daerah bisa gagal kalau masyarakat miskinnya makin bertambah,” sebutnya.

Sementara itu, Sofyan S.Kom. M.Si selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa SPBE sebelumnya dikenal dengan nama E-Goverment. Presiden Jokowi lalu merubah menjadi Sistim Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Tujuan sosialisasi tersebut ungkap Sofyan sebagai upaya percepatan implementasi dari pada peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2018 tentang SPBE, yang didukung Permenpan RB No. 5 Thn 2018 tentang pedoman evaluasi SPBE.

Sofyan juga menyampaikan bahwa adapun para peserta sosialisasi berasal dari Pimpinan OPD, Kabag dan Kasubag Program Kabupaten Donggala. Turut hadir Pimpinan OPD Kabupaten Donggala.(Jose Rizal)

Berita Lainnya...

Berikan Komentar Anda...

Alamat email anda tidak akan disiarkan.